DIA BERSUKA ATAS KEMAKMURAN ANDA

DIA BERSUKA ATAS KEMAKMURAN ANDA

Renungan Harian GKKD JAKARTA – Minggu, 31 Mei 2015
DIA BERSUKA ATAS KEMAKMURAN ANDA – MAZMUR 35 : 27

Let them shout for joy and rejoice, who favor my vindication; And let them say continually, “The LORD be magnified, Who delights in the prosperity of His servant.” (Psalm 35:27, NASB)

TUHAN menginginkan bahwa Anda diberkati dan makmur dalam semua yang Anda lakukan! Dia menginginkan agar Anda begitu diberkati sehingga Anda bisa menjadi berkat kemanapun Anda pergi. Dia ingin Anda memiliki berlimpah kedamaian, sukacita dan kemenangan sehingga ketika orang lain berada di sekitar Anda, berkat itu tumpah kepada mereka. Di kitab Mazmur, Daud mengatakan, “Cawanku tumpah keluar.” Dia sedang berkata, “TUHAN, aku begitu penuh, aku meluap!

Jangan puas dengan mentalitas hanya mendapatkan seadanya. YESUS datang sehingga Anda dapat menjalani kehidupan yang berlimpah. Itu berarti kelimpahan sukacita, kelimpahan damai, kelimpahan kesehatan, kelimpahan keuangan. Anda mungkin tidak melihatnya sekarang, dan mungkin Anda belum mengalaminya di masa lalu, tapi jangan terlena dan hanya menetap dimana Anda berada sekarang. Dapatkan visi untuk masa depan Anda! Dapatkan visi untuk apa yang TUHAN ingin lakukan dalam hidup Anda – DIA bersuka atas kemakmuran Anda!

(diterjemahkan dari Todays Word with Joel and Victoria Osteen)

WASITNYA ADALAH DAMAI SEJAHTERA

WASITNYA ADALAH DAMAI SEJAHTERA

Renungan Harian GKKD JAKARTA – Sabtu, 30 Mei 2015
WASITNYA ADALAH DAMAI SEJAHTERA – KOLOSE 3 : 15

And let the peace (soul harmony which comes) from Christ rule (act as umpire continually) in your hearts [deciding and settling with finality all questions that arise in your minds, in that peaceful state] to which as [members of Christ’s] one body you were also called [to live]. And be thankful (appreciative), [giving praise to God always]. (Col 3:15, AMP)

Kolose 3:5 katakan, biarlah damai sejahtera KRISTUS berkuasa (berlaku seperti wasit selamanya) di dalam hatimu (memutuskan dan menyelesaikan tanpa ragu seluruh pertanyaan yang muncul di dalam pikiranmu, dalam keadaan tenang).

Beruntung kita memiliki YESUS yang memberikan damai sejahtera ini, damai sejahtera yang berlaku sebagai wasit. Wasit dalam pertandingan adalah orang yang berani memutuskan apa yang menurut dia benar sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Apapun keputusan wasit dimaksudkan untuk membuat pertandingan tetap berjalan menurut peraturan dan tidak ada kecurangan didalamnya. Bila ada kecurangan, maka wasit memperingatkan supaya hal itu tidak dilakukan kembali.

Saudara, damai sejahtera yang kita miliki adalah wasit yang memastikan bahwa pertandingan hidup kita sesuai dengan jalan yang sudah Allah tetapkan bagi kita. Jangan anggap enteng damai sejahtera kita. Peranannya sangat krusial untuk menjawab seluruh pertanyaan kita tentang kehidupan, dan damai sejahtera kita juga yang memutuskan keputusan yang mana yang harus kita ambil bila kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sepertinya semuanya baik. Dia tidak memutuskan sesuai apa yang baik tetapi apa yang sesuai dengan rencana TUHAN yang sudah ditetapkan dalam hidup kita.

Hidup kita sudah ditetapkan oleh TUHAN, damai sejahtera berfungsi memastikan bahwa kita menjalani kehidupan yang sudah ditetapkan itu. Agar kita bisa maksimal dalam seluruh kehidupan kita dan meraih apa yang TUHAN sudah tetapkan bagi kita.

oleh Hasudungan Sirait

KENAKAN PRIBADI YANG BARU

KENAKAN PRIBADI YANG BARU

Renungan Harian GKKD JAKARTA – Jumat, 29 Mei 2015
KENAKAN PRIBADI YANG BARU – KOLOSE 3 : 9 – 10

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; (Kolose 3:9-10)

Ketika kita menerima YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita adalah ciptaan yang baru. Manusia lama kita sudah ditanggalkan, manusia baru kita sudah kita kenakan. Pemahaman ini perlu sekali kita tanamkan, tidak ada lagi manusia lama dan kelakuannya di dalam diri kita. Semua kita sudah memakai manusia baru. Terjemahan lain katakan, pakaian kita sudah berganti, dari pakaian lama ke pakaian yang baru. Pakaian kita bukan lagi pakaian rombeng, pakaian kita adalah pakaian kerajaan. Bila kita sudah menggunakan pakaian kerajaan, tidak mungkin kita masih meminta-minta seperti ketika kita memakai pakaian rombeng. Itu tidak sesuai. Yang perlu dirubah adalah mindset kita. Kita adalah ciptaan baru, kita sudah mengenakan manusia baru, kita sudah memakai pakaian kerajaan. Karena itu sikap kita harus berubah sesuai dengan pakaian kita. Tidak sepatutnya kalau seorang sudah memakai pakaian kerajaan dan masih meminta-minta. Tidak pada tempatnya seorang yang sudah mengenakan manusia baru masih melakukan hal-hal yang manusia lama lakukan.

Hidup kita sudah berubah 180 derajat sejak kita mengenal TUHAN. Semua manusia lama kita sudah kita tanggalkan. Tetapi manusia baru ini terus menerus harus diperbarui untuk semakin mengenal TUHAN pencipta kita. Karena itulah hubungan dengan TUHAN kembali menjadi hal yang paling penting dalam hidup kita.

Kekuatan kita hanya ada di dalam hubungan kita dengan TUHAN. Di dalam hadirat TUHAN kita diperbarui, di dalam hadirat TUHAN kita bisa mendapatkan makanan untuk kehidupan rohani kita. Hanya hubungan dengan TUHAN yang akan memampukan kita untuk terus memiliki hidup yang berkemenangan. Usaha kita bukan untuk tidak berbuat dosa, tetapi untuk menyadari bahwa kita adalah manusia baru dan memberi diri untuk terus diperbarui dalam hubungan yang intim dengan DIA. Secara otomatis hidup kita akan menang melawan keinginan daging dan keinginan dosa. Amen.

oleh Hasudungan Sirait

MATIKANLAH

MATIKANLAH

Renungan Harian GKKD JAKARTA – Kamis, 28 Mei 2015
MATIKANLAH – KOLOSE 3 : 5

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. (Kolose 3:5)

Terjemahan lain dari Kol. 3:5 katakan, ”matikanlah keinginan jahat yang tersembunyi di dalam diri kita..”. Di dalam diri kita tersembunyi keinginan jahat, tapi tidak punya kuasa. Dia bisa hidup kalau kita beri makan. Maka salah satu cara untuk membunuh keinginan itu adalah dengan tidak memberinya makan. Kita hentikan supply makanan ke sana. Kita pindahkan supply makanan kita ke manusia rohani kita. Bersekutu dengan TUHAN, membaca firman TUHAN akan memberi makan roh kita, sambil di sisi lain membiarkan makanan terhenti ke keinginan jahat. As simple as that. Jangan dibuat sulit, cukup hentikan supply makanan maka keinginan itu akan mati dengan sendirinya.

Bersekutu dengan Allah adalah kunci utama kehidupan Kekristenan. Semua dimulai dengan hubungan yang intim dengan TUHAN. YESUS harus mati di kayu salib untuk memastikan tabir bait Allah itu terbelah dan tidak ada lagi pemisah antara manusia dengan Allah, sehingga hubungan manusia dengan Allah bisa direstorasi kembali.

Disanalah kehidupan kekristenan dimulai dan selamanya akan seperti itu. Hubungan inilah yang akan memberikan makanan kepada manusia rohani dan menghentikan makanan ke manusia daging kita sehingga keinginan duniawi kita bisa dimatikan. Semua berasal dari DIA, oleh DIA dan bagi DIA. Segala Kemuliaan bagi DIA.

oleh Hasudungan Sirait

PENGAJARAN YANG SALAH

PENGAJARAN YANG SALAH

Renungan Harian GKKD JAKARTA – Rabu, 27 Mei 2015
PENGAJARAN YANG SALAH – KOLOSE 2 : 20 – 23

Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia: jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi. (Kolose 2:20-23)

Tulisan Paulus kepada jemaat di Kolose dilatarbelakangi oleh adanya pengajaran yang salah yang disusupkan kepada jemaat disana. Saat itu Paulus sudah mendengar dan terkesan dengan iman dan kasih jemaat di Kolose. Tetapi ada pengajaran yang salah disusupkan di jemaat tersebut yang mengajarkan bahwa mereka harus disunat, ada pengajaran tentang makanan dan minuman dan berbagai peraturan lainnya. Inilah pengajaran sesat, dimana fokus kita dialihkan dari KRISTUS kepada berbagai macam peraturan yang sepertinya penuh hikmat, sepertinya merendahkan diri, tetapi ternyata semuanya itu justru dilakukan untuk memuaskan hidup duniawi.

Jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini, jangan makan itu, semuanya merupakan perintah manusia. Itu bukan perintah Allah. Paulus memperingatkan hal ini. Apabila kita sudah mati bersama KRISTUS dan bebas dari roh dunia, kenapa kita harus menaklukan diri kepada peraturan-peraturan ini. Bila kita mendengarkan pengajaran ini, maka pastilah ini pengajaran yang salah. Pengajaran yang salah adalah pengajaran yang tidak berfokus kepada KRISTUS dan kematian-NYA di kayu salib, tetapi fokus kepada doktrin manusia yang berfokus kepada hal-hal yang bisa binasa.

Mari kita lihat terjemahan NKJV untuk ayat 23: These things indeed have an appearance of wisdom in self-imposed religion, false humility, and neglect of the body, but are of no value against the indulgence of the flesh (Col. 2:23 NKJV). Peraturan itu sepertinya berhikmat padahal itu adalah bentuk false humility, kerendah hatian yang salah dan digunakan untuk memuaskan hidup duniawi.

Setelah ayat ini, muncul Kolose 3:1-4, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan KRISTUS, carilah perkara yang di atas, di mana KRISTUS ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan KRISTUS di dalam Allah. Apabila KRISTUS, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan DIA dalam kemuliaan.”

Memikirkan perkara-perkara yang di atas salah satunya adalah tidak berfokus kepada peraturan-peraturan tidak penting buatan manusia, yang sepertinya memperlihatkan kerendahan hati kita dan ketaatan kita kepada TUHAN, padahal hanya merupakan bentuk false humility dan malah digunakan untuk memuaskan hidup duniawi. Hati-hati terhadap pengajaran yang salah ini. Mari kita berfokus kepada KRISTUS dan karya-NYA di kayu salib untuk kehidupan manusia.

oleh Hasudungan Sirait

DARKNESS IS NONSENSE

DARKNESS IS NONSENSE

Renungan Harian GKKD JAKARTA – Selasa, 26 Mei 2015
DARKNESS IS NONSENSE – KOLOSE 1 : 13

[The Father] has delivered and drawn us to Himself out of the control and the dominion of darkness and has transferred us into the kingdom of the Son of His love, (Col. 1:13, AMP)

Hidup kita tidak ada lagi di dalam kegelapan. Kita tidak lagi ada dalam kontrol dan dominasi kegelapan. Jangan percaya pada tipuan iblis yang mengatakan kita masih didominasi oleh setan dalam hidup kita. Jangan percaya pada tipuan setan bahwa kita tidak bisa lepas dari segala keterikatan kita. Jangan percaya atau melebih-lebihkan kuasa setan yang katanya bisa mengganggu kita.

Kegelapan adalah nonsense (omong kosong/tidak ada artinya). Kontrol iblis sudah dicabut, dominasinya sudah dicabut. Kita sudah ditarik keluar dari itu semua. Tidak ada satupun kuasa gelap yang bisa menguasai kita saat kita sudah menerima YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat. BAPA kita sudah menarik kita keluar dari kegelapan itu dan memindahkan kita kepada Kerajaan Kasih Anak-NYA. Tidak ada satu kuasa yang sanggup bertahan menghadapi kita.

Jangan mau dibodohi setan. Kontrolnya atas kita sudah dicabut total. Kita bukan orang-orang yang diperbudak oleh kegelapan. Kita sudah dipindahkan ke dalam Kerajaan Kasih-NYA.Tidak dikontrol oleh kegelapan juga artinya kita tidak mungkin tidak mendapatkan visi yang daripada TUHAN.

Kita ada di dalam terang kasih-NYA saat ini. Di dalam terang kita bisa melihat segala sesuatu, termasuk visi yang TUHAN tetapkan bagi kita. Kita tidak mungkin tidak tahu visi yang TUHAN tetapkan bagi kita. Kita pasti tahu, karena kita ada di dalam terang kasih-NYA. Kegelapan adalah nonsense. Kita sudah ada di dalam Kerajaan Kasih-NYA.

oleh Hasudungan Sirait

ENGKAU MEMENUHI SYARAT

ENGKAU MEMENUHI SYARAT

Renungan Harian GKKD JAKARTA – Senin, 25 Mei 2015
ENGKAU MEMENUHI SYARAT – KOLOSE 1 : 12

Giving thanks to the Father, Who has qualified and made us fit to share the portion which is the inheritance of the saints (God’s holy people) in the Light. (Col. 1:12, AMP)

Apakah Anda merasa tidak mampu berjalan bersama TUHAN, merasa tidak layak melayani TUHAN? Apakah Anda merasa tidak cocok untuk masuk ke dalam rencana TUHAN? Merasa tidak memenuhi syarat penjadi pelayan TUHAN dan menjadi salah satu pengubah sejarah?

Selamat datang di dunianya Allah. Justru, Saudara adalah orang yang paling mungkin untuk menjadi orang pilihan Allah. DIA tidak memilih orang yang merasa mampu.

DIA melayakkan orang yang merasa tidak mampu. Dikatakan DIA yang memampukan Anda untuk mendapat bagian warisan orang-orang kudus. DIA sudah menguduskan Anda. Jangan ragu dengan kekudusan Anda. Anda sudah termasuk dalam bagian orang-orang kudus. Dan DIA sudah menjadikan Saudara orang yang memenuhi syarat untuk masuk ke dalam bagian rencana Allah. HE qualifies you.

Di saat Saudara merasa tidak mampu, di saat Saudara merasa tidak dapat melakukan apa-apa untuk TUHAN, ingatlah akan ayat ini.DIA sudah memampukan kita, DIA sudah melayakkan kita. Justru di dalam kelemahan kita, kuasa-NYA menjadi sempurna.

Alkitab bukan dipenuhi dengan kisah orang yang mampu, melainkan diisi dengan orang-orang yang gagal tetapi dilayakkan TUHAN untuk masuk menjadi pengubah sejarah dan disebut pahlawan iman. Jadilah pengubah sejarah. Lakukan saja bagian kita dengan sepenuhnya bergantung kepada Allah.

Jangan perhatikan kanan kiri, jangan perdulikan perkataan orang lain, jangan berfokus pada ketidakmampuan kita, jangan terpaku pada hasil yang belum ada. Saudara sudah dilayakkan, Saudara sudah dimampukan, Saudara akan menjadi pengubah sejarah oleh kekuatan-NYA.

Teruslah bergerak di dalam visi dan rencana TUHAN. Amen.

oleh Hasudungan Sirait

BEBAS DARI HUKUMAN

BEBAS DARI HUKUMAN

Renungan GKKD Jakarta – Sabtu, 23 Mei 2015
BEBAS DARI HUKUMAN – ROMA 8 : 1

Roma 8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Ayat ini seringkali dikutip oleh orang di luar konteksnya sehingga menjadi pembenaran diri setelah berbuat dosa. Inilah yang disebut dengan ajaran cheap-grace, atau kasih karunia murahan. Mari kita lihat maksud dari ayat ini.

Ayat ini adalah ayat persimpangan jalan hidup kita. Pada titik ini Hukum Taurat tidak berhak lagi menuntut kita karena semua kutukan dan hukuman dalam Hukum Taurat tidak berlaku lagi bagi kita karena KRISTUS telah disalibkan untuk kita. Kita dibebaskan dari hukuman dan hidup merdeka. Ini tahun Yobel kita, tahun rahmat. Kita bebas, bebas untuk apa? Bebas untuk MEMILIH. Itu dia. Orang sering berhenti sampai ayat 1 ini dan itu diulang terus-menerus tapi mereka malas melanjutkan ke ayat berikutnya.

Di Roma 8 ayat 2 dan seterusnya ada dua pilihan cara hidup yang harus kita pilih, yaitu HIDUP MENURUT DAGING atau HIDUP MENURUT ROH.

Kebebasan kita di ayat 1 bukan berarti bebas sebebasnya, suka-suka kita, tetapi kebebasan memilih cara hidup kita selanjutnya. Hidup menurut daging atau hidup menurut Roh, itu pilihannya. Memang kita sudah mati bagi hukum Taurat, tapi sekarang ada dua pilihan, ada dua jalan yang harus kita pilih, HIDUP BAGI DIRI KITA SENDIRI, yaitu menurut daging, atau HIDUP BAGI TUHAN, yaitu menurut Roh?

Ayat 1 di atas digunakan oleh para humanis Kristen dengan sembarangan sehingga mereka terjebak dalam pemikiran agama New Age Movement, bahwa pusat semesta ini adalah manusia yaitu diri kita sendiri. Itu sebabnya, ajaran Kristen yang berpusat pada kepuasan manusia ikut terseret pada ajaran New Age Movement. Dalam ajaran ini penekananannya adalah: “Pokoknya kamu tidak dihukum lagi dan kamu tentu tetap bisa menikmati apapun yang kamu suka meskipun itu dosa”.

Tuhan YESUS berkata bahwa di dalam dunia ini ada dua jalan, jalan yang lebar yang menuju kebinasaan dan jalan yang sempit yang menuju kehidupan kekal. Kita harus memilih. Jalan yang lebar adalah jalan hidup bagi diri sendiri, tetapi jalan yang sempit
adalah jalan hidup bagi TUHAN.

Kita memang sudah mati bagi Hukum Taurat, tapi janganlah kita memilih jalan hidup bagi diri sendiri, biarlah kita juga mati bagi diri sendiri dan kita sekarang hidup hanya bagi Allah BAPA, Tuhan kita YESUS KRISTUS.

renungan oleh Davidy Silalahi

klik SHARE atau BAGIKAN agar lebih banyak orang diberkati

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

MATI BAGI HUKUM TAURAT

MATI BAGI HUKUM TAURAT

Renungan GKKD Jakarta – Jumat 22 Mei 2015
MATI BAGI HUKUM TAURAT – ROMA 7 : 4

Roma 7:4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

Semua agama di dunia ini memiliki seperangkat perintah-perintah dan aturan-aturan yang apabila dilakukan kata mereka bisa membuat manusia diampuni Tuhan dan masuk sorga. Hukum Taurat ditambahkan Allah justru supaya manusia sadar bahwa manusia tidak mungkin bisa memenuhi tuntutan Allah yang Kudus. Hukum Taurat yang diberikan oleh TUHAN melalui Musa bukan untuk mengubah hidup manusia, bukan juga untuk mengubahkan TUHAN, tapi untuk mengatakan kepada manusia bahwa usaha mereka gagal dan sia-sia.

Tujuan dari Hukum Taurat adalah untuk membuat kita sadar bahwa kita butuh Juruselamat, dan Dia adalah YESUS KRISTUS. Dengan jalan demikian Hukum Taurat mengurung kita sampai iman datang ke dalam hati kita, iman yang mengatakan bahwa hanya YESUS lah yang sanggup menolong saya.

Ketika kita sudah beriman kepada YESUS KRISTUS, dan kita sudah sampai di kayu salib dimana YESUS disalibkan, maka tugas Hukum Taurat sudah selesai. Sekarang kita dipersatukan dalam kematian KRISTUS oleh iman, dan saat itulah kita sudah MATI BAGI HUKUM TAURAT. Kita sekarang menjadi milik YESUS, tepat saat kita percaya dan beriman bahwa YESUS sudah mati bagi kita supaya kita diselamatkan dari kutukan Hukum Taurat.

Jadi sekarang bagaimana? Kita sekarang milik YESUS. Dulu Hukum Taurat yang menjadi tuan kita, suami kita dan kita hidup bagi hukum Taurat. Sekarang setelah kita percaya dan beriman, YESUS lah yang menjadi tuan kita, suami kita dan kita hidup hanya bagi DIA. Karena itu jangan lagi hidup bagi Hukum Taurat, tapi hiduplah bagi YESUS dengan cara percaya kepada YESUS, mentaati DIA dan melayani DIA.

renungan oleh Davidy SIlalahi

klik SHARE atau BAGIKAN agar lebih banyak orang diberkati

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

GALILEA (PELAYANAN)

GALILEA (PELAYANAN)

Renungan GKKD Jakarta – Kamis 21 Mei 2015
GALILEA (PELAYANAN) – LUKAS 4 : 1, 14 – 18

Lukas 4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

Lukas 4:14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

Lukas 4:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;…….

Kitab Lukas menggambarkan dengan detail peran ROH KUDUS dan bagaimana ROH KUDUS bekerja dalam 3 proses rohani yang dialami Tuhan YESUS. Ini menjadi contoh bagi kita bagaimana TUHAN ingin supaya kita mengalami pengurapan ROH KUDUS dalam memasuki pelayanan kita.

Di ayat 1, Lukas menulis YESUS yang penuh ROH KUDUS. Artinya setelah keluar dari Sungai Yordan, YESUS penuh dengan ROH KUDUS. Ini juga pengalaman kita ketika TUHAN melawat kita saat kita pertama kali bertobat, saat kita dibaptis air, saat kita dibaptis ROH KUDUS, saat kita ikut retreat, saat kita dipulihkan TUHAN dari kemunduran rohani kita. Penuh ROH KUDUS adalah akibat kita mengalami GRACE dari TUHAN.

Di ayat 4, Lukas menulis dalam Kuasa Roh YESUS kembali ke Galilea. Dalam kuasa Roh menunjukkan ROH KUDUS tidak hanya memenuhi YESUS, tetapi YESUS sekarang berada dalam KUASA ROH KUDUS. Ini adalah akibat DISIPLIN ROHANI yang dilakukan YESUS di Padang Gurun. Jika kita murid YESUS, maka kitapun harus mengikut YESUS. Kita mengikut YESUS tidak hanya sampai di Sungai Yordan seperti kebanyakan orang pada masa itu, tetapi kita mengikut YESUS melalui Padang Gurun dan sesudah itu melayani bersama DIA. Bukankah itu indah sekali?

Itulah sebabnya YESUS tidak langsung pelayanan tetapi pergi ke Padang Gurun. Sesudah mengalami kasih TUHAN, mari kita hidup dalam Disiplin Rohani sebagai murid KRISTUS, karena hanya itu yang bisa mengubah hidup kita untuk selalu penuh kuasa ROH KUDUS.

renungan oleh Davidy Silalahi

klik SHARE atau BAGIKAN agar lebih banyak orang diberkati

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com