POLA PIKIR SURGAWI

POLA PIKIR SURGAWI

Renungan GKKD Jakarta, Selasa 30 Juni 2015
POLA PIKIR SURGAWI – KOLOSE 3 : 1 – 5

Paulus mengatakan kepada jemaat, “asal ada makanan dan pakaian cukuplah.” Paulus mengatakan kepada jemaat supaya mereka jangan mengejar sesuatu yang ada dalam dunia ini. Dia membuat suatu pernyataan bahwa ketika kita diselamatkan oleh KRISTUS ada yang sangat penting dalam hidup kita, yaitu bagaimana kita berhasil melakukan kehendak Allah.

Kita memang butuh makanan, hidup, karir, pekerjaan, dsb. Tetapi ingat memang itu adalah bagian dari kehidupan kita, tetapi itu bukan yang terpenting. Yang terpenting adalah Saudara dan saya berhasil menyelesaikan pertandingan kita dengan baik dan benar. Allah sudah menyediakan semua kebutuhan kita selama kita hidup di bumi.

Paulus mengatakan bahwa kita adalah “warga negara sorga”, seharusnya kebenaran ini membuat kita berpikir dengan cara sorga, apa itu? Pikiran sorgawi tidak lepas dari Firman Allah, semua tentang sorga diceritakan di dalam Firman-NYA. Jadi mari kita ubah pola pikir kita yang kadang masih suka duniawi dan mulai berpikir dengan cara pikir sorgawi, dimulai dengan Saudara dan saya membaca dan melakukan Firman TUHAN setiap hari.

Tips satu hari membaca dan melakukan Firman TUHAN berarti kita sedang menanamkan pola pikir sorgawi, dan kalau kita melakukan dalam satu tahun = 365 hari, berarti pola pikir duniawi kita akan mulai hilang digantikan dengan pola pikir sorgawi. Jika pola pikir sorgawi hidup dalam kita = Kehendak Allah terjadi di hidup kita seperti di sorga. Amin.

‪#‎renungan‬ oleh Yosep Pangaribuan

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

PERTOLONGAN yang PASTI

PERTOLONGAN yang PASTI

Renungan GKKD Jakarta – Minggu, 28 Juni 2015
PERTOLONGAN yang PASTI – MAZMUR 121 : 1 – 2 (TB)

“…Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.”

Dalam kondisi dunia yang tidak pasti, kita yang berbisnis berharap ada project-project baru atau pesanan-pesanan baru datang dari klien atau pelanggan kita yang sudah bekerja sama dengan kita, atau dari prospek yang baru kita layani, atau dari proposal yang baru kita masukkan.
Bagi yang bekerja kita mengharapkan kenaikan gaji atau bonus dari perusahaan.
Bagi pelajar dan mahasiwa mengharapkan soal-soal ujian lebih mudah, skripsi lebih cepat di-Acc.
Bagi kita semua mengharapkan jiwa-jiwa bertambah dari orang-orang yang kita hubungi. Harapan-harapan tersebut normal, wajar saja. Tetapi Firman TUHAN hari ini mengingatkan kita bahwa dari TUHAN-lah pertolongan kita.
Harapan kita bisa terjadi, namun jika belum, TUHAN sanggup mengadakan dari hal-hal tidak terduga. Proyek atau order dari orang yang tidak kita kenal, soal ujian yang susah tapi kita memahami jadi mudah mengerjakan, jiwa-jiwa yang tidak kita undang datang ke ibadah, dll. Tetaplah lakukan bagian kita, dan Pertongan TUHAN pasti datang pada waktu-NYA.

‪#‎renungan‬ oleh Kikis M.

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com
‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

PASTI yang TERBAIK

PASTI yang TERBAIK

Renungan GKKD Jakarta – Sabtu, 27 Juni 2015
PASTI yang TERBAIK – KEJADIAN 4 : 4 (TB)

Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu.
Jika kita berbelanja di supermarket, kita akan melihat variasi harga yang berbeda dari suatu barang yang jenisnya sama. Jika kita berpindah dari supermarket semua kalangan kepada supermarket kalangan menengah ke atas, kita akan melihat perbedaan harga yang sangat jauh. Seringkali perbedaannya terlihat karena lokal dan impor. Tetapi yang menjadi issue sebenarnya kenapa orang lebih memilih yang lebih mahal adalah karena kualitasnya. Jika yang dibeli adalah makanan maka produk tersebut mungkin lebih segar, harum, nikmat, bergizi, terjamin. Jika yang dibeli barang elektronik, mungkin karena produk tersebut lebih awet, tidak mudah pecah, lebih hemat pemakaian listrik, lebih mudah digunakan, dll.
Kualitas produk terbaik dari bahan dan metoda penanganan yang terbaik.Kata ‘lemak-lemaknya’ dari ayat di atas dari bahasa aslinya cheleb, artinya bahan-bahan terpilih, terbaik. Itulah persembahan Habel yang menyenangkan hati TUHAN. Marilah kita memberikan persembahan terbaik baik uang, skill, maupun hati dan segenap hidup kita dengan kualitas terbaik, karena TUHAN sudah memberikan yang terbaik, yaitu Diri-NYA sendiri. Apapun situasinya, berikan yang terbaik.

‪#‎renungan‬ oleh Kikis M.

untuk selengkapnya go to gkkdjakarta.com atau facebook.com/gkkdjakarta

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com
‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

PASTI MENUAI

PASTI MENUAI

Renungan GKKD Jakarta – JUMAT, 26 Juni 2015
PASTI MENUAI – GALATIA 6 : 9 (TB)

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus tunduk pada hukum yang berlaku. Tidak hanya hukum legal di suatu negara, tetapi juga hukum Roh. Ada konsekuensi bagi semua pelanggar hukum, dan ada reward bagi yang mematuhinya. Reward-nya kita bisa tenang dan lancar melakukan semua urusan kita. Kadang kita merasa sudah melakukan banyak hal dengan benar, tetapi yang kita harapkan tidak kunjung kita terima. Tetapi hukum Roh mengatakan jika kita terus menaburkan kebaikan dan tekun melakukannya, kita akan menuai.

Doa, Sms, telpon, Wa dan Bbm kita terhadap orang-orang yang kita jangkau tidak akan sia-sia, kita akan melihat orang-orang baru ditambahkan di kelompok tumbuh dan ibadah kita. Sikap kita yang baik kepada partner kerja dan usaha kita, mungkin tidak berbuah peningkatan penilaian kinerja atau deal kontrak kerja secara langsung, tapi kita akan menuainya di masa yang akan datang. Tetaplah tekun melakukan kebaikan, kita pasti menuai yang baik.

#renungan oleh Kikis M.

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter #Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church

KESETIAAN (kita) yang PASTI meningkat

KESETIAAN (kita) yang PASTI meningkat

Renungan GKKD Jakarta – 25 Juni 2015
KESETIAAN (kita) yang PASTI meningkat. – AMSAL 20 : 6 (TB)

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Kesetiaan Allah tidak perlu diragukan, bagaimanakah dengan kesetiaan (kita)?
Apakah kita termasuk dalam hitungan orang yang setia?

Orang-orang yang setia adalah orang-orang yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, tidak diragukan. Jika diberi tugas akan beres. Orang-orang yang setia dicari oleh banyak perusahaan, pebisnis, bahkan di rumah tangga mencari pembantu dan baby sitter yang setia. Kita semua perlu melatih dan mengembangkan kesetiaan kita. Jika tidak ada orang-orang setia di kelompok tumbuh, ibadah, kantor, maka tidak ada kemajuan di tempat-tempat tersebut. Mulailah dari perkara-perkara sederhana: datang tepat waktu, menyerahkan tugas tepat waktu, menjaga kualitas saat teduh; mendoakan, menghubungi, mengunjungi orang-orang yang kita jangkau. Jika kita melakukan semua ini, dan kadang gagal, tidak perlu kita mundur, tetaplah terus mencoba dan meningkat, maka kita akan berkembang, dan akan melihat kemajuan di tempat dimana kita ditempatkan. Pastikan kita meningkatkan kesetiaan kita.

#renungan oleh Kikis M.

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter #Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church

BERITA yang PASTI

BERITA yang PASTI

Renungan GKKD Jakarta – Rabu, 24 Juni 2015
BERITA yang PASTI – IMAMAT 26 : 6 (TB)
“ Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apa pun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.”
Smith Wigglesworth adalah seorang yang menggoncang dunia dengan karunia iman, menyembuhkan yang sakit dan cacat, serta membangkitkan orang mati. Suatu waktu ada hamba Tuhan yang datang ke rumah Smith, dengan maksud ingin belajar hal berdoa dari Smith. Ia datang dengan mengenakan topi yang tinggi, payung, dan koran. Saat dia mengetok pintu rumah Smith dan pintu dibukakan, lalu ia menyampaikan maksud kedatangannya, Smith menjawab kurang lebih sebagai berikut: “Boleh, topi dan payungmu boleh masuk, engkau pun boleh masuk, tapi koranmu tidak boleh masuk. Tidak ada kabar buruk di rumah ini, yang ada hanya kabar sukacita.” Maksud Smith menolak koran di rumahnya bukanlah menolak kehadiran koran yang memberikan informasi. Tetapi pengaruh informasi-informasi yang diberikan dapat menebarkan ketakutan dan bukan damai sejahtera.
Sebagai orang-orang masa kini yang mengikuti perkembangan informasi, kita harus menyaring informasi yang ada, membuang berita sampah, dan memasukkan berita yang pasti menghadirkan damai sejahtera. Jika ada informasi perekonomian menurun, kita tidak serta merta panik, kuatir, dan menyebarkan kekuatiran kepada yang lain. Sebaliknya kita perkatakan iman dan pengharapan, serta solusi yang membangun. Hal ini juga berarti kita menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah komunitas kita. Kita jangan ragu memperkatakan Berita yang pasti dari Alkitab, walaupun tidak harus menyebut letak ayat di Alkitab, tapi saat kita sampaikan iman, pengharapan kita di tengah kondisi yang tidak pasti, akan membangun yang mendengar.
‪#‎renungan‬ oleh Kikis M.
untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com
instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com
‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

KOMITMEN ALLAH yang PASTI

KOMITMEN ALLAH yang PASTI

KOMITMEN ALLAH yang PASTI
BACA: ULANGAN 28 : 1 (TB)
” Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.”
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama di tahun 2015 adalah 4.71 persen, padahal setelah krisis 1997 pertumbuhannya hampir selalu di atas 5 persen. Kuartal pertama ini adalah kedua terburuk dalam 10 tahun terakhir (News liputan6.com). Kondisi perekonomian bangsa dan dunia yang tidak pasti, kadang terimbas dengan pekerjaan dan usaha kita. Anak-anak pun juga bisa ikut merasakan karena orang tuanya menunda pembelian fasilitas yang diperlukan.
Kondisi dunia yang tidak pasti ini, tidak mengubah janji-NYA yang pasti. Pengangkatan dari TUHAN pasti terjadi! Terjemahan King James pada ayat di atas di bagian akhir ‘… that the LORD thy God will set thee on high above all nations’. Kata ‘set’ bahasa aslinya adalah ‘nathan’, artinya memberikan, menganugerahkan, komit. Jika Allah berkomitmen, tidak ada keraguan, pasti terjadi, apapun kondisinya, seberapa sulit pun tetap terjadi.
‪#‎renungan‬ oleh Kikis M.
gkkdjakarta.com

KERAS TERHADAP DIRI SENDIRI, LUNAK TERHADAP ORANG LAIN

KERAS TERHADAP DIRI SENDIRI, LUNAK TERHADAP ORANG LAIN

Renungan GKKD Jakarta – MINGGU, 21 Juni 2016
KERAS TERHADAP DIRI SENDIRI, LUNAK TERHADAP ORANG LAIN – 1 KORINTUS 9 : 27

Beberapa hari ini saya ingin membahas mengenai “melatih tubuh” dari ayat ini. Saya berharap Anda dapat belajar sesuatu. Saudara, tahukah Anda bahwa musuh terbesar penginjilan bukanlah iblis, melainkan karakter si pembawa berita Injil yang tidak menggambarkan KRISTUS, penuh kasih dan pengampunan.

Rasul Paulus katakan, “Aku melatih tubuhku …” Kata “melatih” di sini diartikan sebagai mendisiplin, sesuatu yang dilakukan secara konsisten. Dan, Paulus tidak mengatakan dia melatih tubuh orang lain, orang-orang yang dia layani, sebaliknya dia melatih tubuhnya sendiri.

Seringkali kita keras terhadap orang lain, namun sangat penuh toleransi terhadap diri sendiri. Ketika ada seseorang berbohong kepada kita, kita bisa sangat marah dan kecewa, dan melupakan fakta entah berapa kali kita pernah berbohong kepada orang lain. Ketika pasangan kita tidak memperhatikan, kita sakit hati dan mulai mengucapkan atau melakukan hal-hal negatif, dan melupakan fakta bahwa kita pun tidak selalu memperhatikan pasangan kita.

Kita cenderung keras terhadap orang lain, tapi begitu lunak terhadap diri kita sendiri. Dengan sejuta alasan, kita ingin orang lain yang berubah, dan kita ingin orang lain yang mengerti situasi kita, tapi terhadap diri sendiri kita lambat berubah. Saudara, jika ada “tubuh” yang perlu dilatih, itu adalah “tubuh” Anda sendiri, bukan orang lain. Saat bertemu dengan orang yang pemarah, Anda yang perlu berlatih lebih sabar, saat bertemu dengan orang yang sulit, Anda yang perlu berlatih lebih setia, dan saat bertemu dengan orang yang kasar, Anda yang perlu berlatih lebih lembut.

‪#‎renungan‬ oleh Zaldy Muryadi

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

ROH JAHAT BISA DIUSIR, TAPI KARAKTER HARUS DILATIH

ROH JAHAT BISA DIUSIR, TAPI KARAKTER HARUS DILATIH

Renungan GKKD Jakarta – Sabtu, 20 Juni 2015

ROH JAHAT BISA DIUSIR, TAPI KARAKTER HARUS DILATIH
1 KORINTUS 9 : 27

Beberapa tahun lalu saya pernah mendengar seorang teman berdoa, “Tuhan, saya mengusir roh marah dari dalam hidup saya, dan mengundang roh sabar supaya berkuasa atas saya.” Faktanya, sampai hari ini orang tersebut masih sulit mengontrol emosinya.

Koreksi jika saya salah. Saya belum pernah membaca YESUS dan para rasul mengusir roh karakter yang buruk seseorang, yang sering mereka lakukan adalah mengusir roh jahat. Untuk urusan karakter Paulus mengatakan, “Aku melatih tubuhku …” Ya, Anda perlu melatihnya.Sama seperti ketika seseorang berlatih naik sepeda. Pertama kali belajar naik sepeda, hampir semua orang jatuh, namun mereka bangkit lagi, sampai akhirnya mereka bisa naik sepeda sambil melepas tangan.

Arti sederhana dari kata “melatih” adalah setia melakukannya sampai kita dapat menguasainya. Saudara, orang yang tidak pernah melatih tubuhnya akan dikuasai tubuhnya. Pernahkah ada masa-masa dimana Anda tidak bisa mengendalikan amarah atau rasa cemburu Anda? Pernahkah ada masa-masa dimana Anda tidak bisa mengendalikan keinginan untuk berbuat dosa? Bahkan, pernahkah ada masa-masa dimana Anda tidak bisa mengendalikan rasa lapar atau mengantuk Anda? Jika Anda mengalami hal-hal di atas, artinya Anda dikuasai oleh tubuh Anda.

Hanya ada satu cara melatih tubuh kita, yaitu dengan melatihnya melakukan kebenaran Firman TUHAN. Ayat 2 Timotius 3:16 mengatakan, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Latih tubuh Anda untuk taat kepada Firman TUHAN. Mulailah dari hal-hal kecil, seperti memberi persepuluhan, datang tepat waktu ke gereja atau persekutuan, atau meluangkan waktu untuk merenungkan Firman TUHAN sekalipun Anda capek, banyak masalah, atau mengantuk. Suatu saat Anda akan menjadi orang-orang yang mudah mengatasi sakit hati, rasa cemburu, marah, atau kecewa.

‪#‎renungan‬ oleh Zaldy Muryadi

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

LATIH KARAKTER ANDA

LATIH KARAKTER ANDA

Renungan GKKD Jakarta – Jumat, 19 Juni 2015
LATIH KARAKTER ANDA – 1 KORINTUS 9 : 27

Tujuan seseorang berlatih, tentu saja untuk mempersiapkan diri pada saat hari pertandingan tiba. Dulu, ketika saya bekerja sebagai wartawan olahraga, saya pernah mewawancarai beberapa atlet. Tidak pernah ada satu pun atlet yang berlatih di hari pertandingannya. Semua, ya semua atlet selalu berlatih sebelum hari pertandingan. Itu pun masih saja ada kemungkinan untuk kalah.

Nah, ironisnya anak-anak TUHAN sering berlatih di hari pertandingannya. Satu kata untuk hal ini, terlambat. Ketika masalah menghantam, ketika konflik terjadi, ketika tekanan datang, kita baru mulai berlatih sabar, berlatih merenungkan Firman TUHAN, dan berlatih kuat. Saya tidak katakan Anda pasti kalah, tapi bukankah jauh lebih baik berlatih dari jauh-jauh hari, sehingga semakin besar kemungkinan Anda untuk menang?

Saudara, ada masa-masa Anda membutuhkan kesabaran, ketenangan, dan daya tahan untuk menghadapi tantangan, Anda mulai berlatih dari sekarang, jauh sebelum tantangan-tantangan tersebut datang. Sebelum Anda bertemu tantangan-tantangan yang besar, Anda bisa belajar sabar, tenang, menguasai diri, pantang menyerah, dan mengucapkan hanya yang membangun dari hal-hal yang kecil dan sederhana.

Tujuannya supaya Anda dapat memberikan respons yang berbeda dengan dunia ini. Saat orang lain marah, Anda memilih sabar; saat orang lain sakit hati, Anda memilih mengampuni; dan saat orang lain putus asa, Anda tetap berpengharapan. Dengan demikian dunia dapat melihat Anda berbeda dan melihat YESUS hidup di dalam Anda.

#renungan oleh Zaldy Muryadi

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter#Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church