KETURUNAN YANG PERKASA

KETURUNAN YANG PERKASA

Renungan GKKD Jakarta – Sabtu, 11 Juli 2015
KETURUNAN YANG PERKASA – KEJADIAN 26 : 4 – 5

Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.”

Akibat dari mendengarkan firman TUHAN sungguh sangat dahsyat, bahkan keturunan kita pun akan diberkati bila kita mendengarkan firman TUHAN. Ishak diberkati karena ketaatan Abraham akan firman TUHAN. Allah mengingat saat Abraham taat melakukan firman-NYA meskipun sepertinya hal itu akan merugikan dia.

Ayat ini dimulai saat Abraham tidak segan-segan menyerahkan Ishak, anaknya yang tunggal yang dikasihinya, yang tertulis di Kejadian 22:16-18, kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

Saat kita mendengarkan firman TUHAN dan melakukannya, ganjarannya bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk anak-anak kita. Meskipun terasa rugi, saat kita memilih melakukan firman TUHAN, berkat TUHAN akan dilimpahkan pada kita dan juga anak-anak kita. Berkat TUHAN yang luar biasa, yang melimpah, tidak akan DIA tahan-tahan dari kita dan dari keturunan kita. Mari kita memilih mendengarkan firman TUHAN dan melakukannya. Ganjarannya sangat luar biasa. Berkat TUHAN melimpah dan keturunan kita akan perkasa di bumi.

Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. (Maz. 112:1-3)

#renungan oleh Sudung Sirait

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or www.gkkdjakarta.com/

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter #Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church

TAWA BAHAGIA

TAWA BAHAGIA

Renugan GKKD Jakarta – Jumat, 10 Juli 2015
TAWA BAHAGIA – KEJADIAN 21 : 6

Berkatalah Sara: “Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.”

Allah ingin membuat kita tertawa, DIA ingin kita bahagia. DIA mungkin seperti membiarkan kita di masa-masa sulit kita. DIA seakan tidak menjawab doa kita, DIA seolah-olah tidak mendengarkan kita. Tetapi DIA ada di sana.

Sara mengalaminya. Dia harus melalui masa-masa sulit dimana bertahun-tahun dia tidak memiliki anak, bukan dalam rentang waktu yang sebentar, tetapi hingga umur nya 89 tahun.

Begitu lama hingga mungkin dia sendiri sudah tidak pernah lagi membicarakan hal tersebut dengan Abraham.

Ayat di atas adalah ayat dimana Sara sudah melahirkan Ishak. Dia tertawa bahagia karena akhirnya dia melahirkan seorang anak dari rahimnya sendiri. Tetapi sebelum itu,

Sara juga pernah tertawa karena perkataan TUHAN yang tidak masuk akal. Waktu itu, janji TUHAN tentang anak diperdengarkan kembali di telinganya. Saat itu mungkin Sara berpikir, buat apa lagi sih membicarakan tentang anak, dia sudah tidak lagi memikirkannya.

Ya, Sara mungkin sudah tidak lagi menangis untuk mendapatkan seorang anak, Sara mungkin sudah lelah berharap dan sudah mengeringkan air matanya. Dia sudah tidak pedulikan lagi olok-olok orang tentang kondisinya. Lalu tiba-tiba TUHAN datang dan menjanjikan sesuatu yang tidak pernah lagi dia pikirkan. Untuk apa? Saat itulah dia tertawa sinis.

Kejadian 18:12 merekamnya dengan jelas, “jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”

Kita mungkin sudah pernah kehilangan mimpi kita dan tidak ingin lagi memikirkan mimpi tersebut. Kita mungkin sudah tidak memiliki lagi keinginan untuk meraihnya. Kita bahkan sudah lupa dengan mimpi itu. Tetapi TUHAN ingat, dan DIA ingin membuat kita tertawa.

Perhatikan firman-NYA, “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? ” (Kej. 18:13-14a)

Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Adakah? Bila jawaban kita adalah “ada”, mari kita lupakan semua janji TUHAN dalam hidup kita. Tetapi bila jawaban kita adalah “tidak ada”, bertahanlah, percayalah, janji-NYA masih berlaku. Dia ingin kita tertawa, bukan dengan sinis, tetapi dengan bahagia.

#renungan oleh Sudung Sirait

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or www.gkkdjakarta.com/

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter #Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church

DIA MEMAKSA

DIA MEMAKSA

Renungan GKKD Jakarta – Kamis, 09 Juli 2015
DIA MEMAKSA – KEJADIAN 17 : 18 – 19

Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu! Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Sara lah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.”

Abraham kehilangan kepercayaannya. DIA tidak bisa melihat rencana TUHAN yang besar itu dapat terjadi dalam kehidupannya. Abraham mencoba menukar rencana TUHAN yang besar dengan rencana yang lebih kecil dan lebih masuk akal, semata-mata karena dia tidak bisa melihat bagaimana rencana TUHAN itu dapat tergenapi dalam kehidupannya.

Kita seringkali juga seperti itu. Melihat keterbatasan kita, melihat lingkungan yang tidak mendukung, melihat besarnya mimpi dan sulitnya jalan ke sana, membuat kita juga memilih untuk menukar rencana TUHAN yang besar dalam hidup kita dengan tujuan-tujuan yang lebih kecil dan lebih masuk akal.

Tetapi TUHAN tidak pernah mau menukar rencana-NYA yang besar dengan pemikiran manusia yang kecil. DIA memaksa agar rencana-NYA yang besar dapat terjadi. TUHAN ingin kita mengalami dan menikmati rencana-NYA yang besar dan luar biasa.

Terimalah rencana-NYA, berserahlah kepada-NYA. Percayalah, sesulit apapun kelihatannya, rencana-NYA pasti tergenapi. Jangan tukar dengan pemikiran kita yang kecil dan sepertinya masuk akal. Kita akan terheran-heran saat hal itu terjadi dan akan bersukacita karenanya.

Amin.

#renungan oleh Sudung Sirait

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or www.gkkdjakarta.com/

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter #Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church

SEMUA DIPAKAI

SEMUA DIPAKAI

Renungan GKKD Jakarta
SEMUA DIPAKAI – KEJADIAN 37 : 12 – 14

Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem. Lalu Israel berkata kepada Yusuf: “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem?Marilah engkau kusuruh kepada mereka.”

Sahut Yusuf: “Ya bapa.” Kata Israel kepadanya: “Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu
kepadaku.” Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusuf pun sampailah ke Sikhem.

Yusuf bukanlah seperti laki-laki kebanyakan di bangsa Israel di jaman itu. Dia tidak pernah menggembalakan kambing domba seperti abang-abangnya. Dia tinggal di rumah saat saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba. Mungkin karena begitu besar kasih sayang ayahnya kepada dia, sehingga Yusuf tidak diberikan pekerjaan yang berat yang bisa membahayakan jiwanya. Kita tahu, menggembalakan kambing domba artinya harus berhadapan dengan serigala dan beruang yang ingin memangsa kambing domba tersebut.

Saya bisa membayangkan, saat itu Yusuf malah menjadi pengurus rumah yang baik. Dia tahu dimana menempatkan kunci rumah, dia menata rumah orang tuanya, dia mengurus dapur, kapan harus membeli bahan-bahan makanan untuk kehidupan sehari-hari, kapan harus berbelanja bulanan untuk barang-barang yang habis terpakai seperti sabun, pasta gigi, shampoo dll (analogi kekinian). Yusuf mungkin berbeda, mungkin dicemooh karena berbeda dengan laki-laki lain, mungkin juga tidak dianggap sebagai laki-laki tulen di jaman itu. Tapi TUHAN berpikir lain. DIA selalu bekerja dengan cara yang kreatif. Semua bisa dipakainya.

DIA menggunakan keahlian Yusuf menata rumah, untuk dia selalu berhasil dalam seluruh hal yang dia kerjakan di masa depannya. Di rumah Potifar Yusuf berhasil mengurus rumah tangga Potifar. Dia mengatur bahan makanan di rumah Potifar, dia mengurus kebun Potifar, menata ruang tamu, ruang keluarga dan ruang tidur Potifar. Dia mengerjakan semuanya. Yusuf berkuasa atas seluruh rumah Potifar.

Begitu juga di penjara, Yusuf berhasil mengatur semuanya. Dan akhirnya dia mampu mengatur seluruh kerajaan Mesir dan memberi makan bangsa Israel di masa kelaparan yang begitu dahsyat. Yusuf memelihara bangsa pilihan TUHAN dengan keahliannya.

TUHAN memakai semua yang ada pada kita, seberapa buruk pun kita pikir hal itu. DIA ingin membuat kita berhasil, dan dengan penyertaan TUHAN apapun yang kita miliki, baik atau buruk menurut kita atau orang lain, bisa menjadi media yang TUHAN bisa pakai untuk memastikan keberhasilan kita.

Percayalah pada TUHAN, DIA ingin membuat kita berhasil, dan DIA tidak mau menggunakan apa yang tidak ada pada kita. DIA bisa menggunakan semua sumber daya yang melekat pada diri kita untuk membuat kita berhasil. Percayalah akan hal itu. Lihatlah ke dalam diri kita, jangan melihat keluar. Potensi apapun yang kita miliki akan menjadi sangat berharga. Dan dengan penyertaan TUHAN, potensi itu akan menghasilkan sesuatu yang besar.
Amin.

‪#‎renungan‬ oleh Sudung Sirait

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or www.gkkdjakarta.com/
instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

TUHAN BESERTA KITA

TUHAN BESERTA KITA

Renungan GKKD Jakarta – Senin, 06 Juli 2015
TUHAN BESERTA KITA – KEJADIAN 39 : 1 – 2

Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

Keberhasilan kita semata-mata karena TUHAN beserta kita. Bukan karena kekayaan kita, bukan karena latar belakang pendidikan yang kita tempuh, bukan karena adanya “backing” yang melindungi kita dan memberikan referensi. Bukan juga karena pekerjaan kita, bukan karena bisnis kita, bukan karena latar belakang keluarga kita. Kita bisa berhasil karena TUHAN beserta kita.

Yusuf mengalaminya. Dia dijual sebagai budak, tidak ada uang yang dia miliki, dia telanjang ketika dijual sebagai budak, jubah maha indah yang pernah dia miliki sudah diambil daripadanya, dia tidak memiliki saudara yang dapat dia andalkan, dia tidak memiliki sumber daya apapun yang bisa memuluskan jalannya untuk berhasil. Tapi ayat ini mengatakan, TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia selalu, — selalu, bukan kadang-kadang — berhasil dalam pekerjaannya (penekanan dari saya).

Di masa ini, TUHAN memastikan penyertaan-NYA dengan menghadirkan YESUS ke dalam dunia. Matius 1:23 katakan “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita. YESUS adalah manifestasi dari penyertaan Allah dalam hidup kita.

Ketika kita menerima YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat, saat itu TUHAN sudah beserta dengan kita. Dan saat TUHAN beserta kita, kita pasti akan mengalami keberhasilan seperti Yusuf.

Penyertaan TUHAN lah yang membuat kita berhasil, tidak ada yang lain.

Saat Allah beserta kita, tidak ada hal lain yang kita butuhkan untuk berhasil, tetapi tanpa Allah, seluruh hal yang kita miliki tidak akan membuat kita berhasil.
Amin.

‪#‎renungan‬ oleh Sudung Sirait

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or www.gkkdjakarta.com/

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

SIAP MEMBERI

SIAP MEMBERI

Renungan GKKD Jakarta – MINGGU, 05 Juli 2015
SIAP MEMBERI – KELUARAN 12 : 35 – 36 , 38 : 21 – 31

“KARENA SEGALA YANG KITA MILIKI BERASAL DARI TUHAN MARI KITA MEMBERI DENGAN KERELAAN HATI DAN SUKACITA ”
Memberi adalah karakternya Allah. Allah menunjukkan kepada kita bagaimana kita harus member. Bahkan di Perjanjian Lama, Alkitab mencatat begitu banyak emas, perak, dan tembaga yang dikumpulkan bangsa Israel untuk membangun Kemah Suci. Apabila dihitung dengan konversi takaran masa kini, 1 syikal setara dengan 11,4 gram, dan 1 talenta setara dengan 34 kilogram. Maka seluruh emas yang dikumpulkan bangsa Israel untuk membangun Kemah Suci dan isinya adalah sekitar 1 ton! Dengan harga emas yang kini berkisar Rp 400.000,00 per gram, maka nilai emas yang mereka bawa adalah sekitar 400 miliar rupiah! Belum termasuk perak dan tembaga yang juga terkumpul sangat banyak saat itu.

Ini tentu nilai harta yang sangat besar, apalagi bagi sekumpulan orang yang baru saja dibebaskan dari perbudakan. Dari manakah mereka mendapatkan harta sebanyak itu? Alkitab mencatat bahwa harta tersebut mereka peroleh dari TUHAN, melalui orang-orang Mesir:
”Dan Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka” (Keluaran 12:36). Artinya, harta yang mereka persembahkan bagi TUHAN ini sebenarnya berasal dari TUHAN juga.

‪#‎renungan‬ oleh Yosep Pangaribuan

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or www.gkkdjakarta.com/

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

PRAISE THE LORD O MY SOUL

PRAISE THE LORD O MY SOUL

Renungan GKKD Jakarta – SABTU, 04 Juli 2015
PRAISE THE LORD O MY SOUL – MAZMUR 147 : 1 – 20 , MAZMUR 103

“Pujilah Tuhan hai jiwaku dan jangan lupakan segala kebaikannya”.
Mengapa pemazmur mengatakan demikian? Karena menurut ilmu kedokteran bernyanyi itu baik untuk kesehatan. Bernyanyi melatih jantung dan paru-paru, serta melepaskan endorfin yang membuat kita merasa senang. Bernyanyi juga meningkatkan kapasitas paru-paru, memperbaiki postur tubuh, dan membersihkan saluran pernapasan dan sinus. Apabila Anda bernyanyi dengan benar, hal itu dapat menjaga kesehatan perut dan otot-otot punggung. Dan menurut sebuah penelitian, bernyanyi juga dapat meningkatkan jumlah protein dalam sistem kekebalan tubuh.

Pemazmur tentu sepakat dengan hal itu. Bahkan lebih dari itu, bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh, ia menggarisbawahi bahwa bernyanyi juga baik bagi kehidupan rohani kita. Dalam bahasa aslinya, pemazmur menggambarkan bernyanyi sebagai baik, menyenangkan, dan indah. Baik – karena merupakan salah satu bentuk pujian kepada TUHAN, suatu ibadah.
TUHAN sendirilah tujuan dan pusat seluruh pujian kita (ayat 1,7).

Menyenangkan – karena mendatangkan sukacita; memuji dan mengagungkan TUHAN akan mendatangkan kesenangan sorgawi bagi orang kudus.
Indah atau layak – karena sudah selayaknya kita menghormati Sang Pencipta.

Sebagai umat yang diciptakan menurut rupa dan gambar-NYA, ketika kita menghormati TUHAN sesungguhnya kita juga sedang menghargai dan mensyukuri kehidupan yang dikaruniakan-NYA. Nyanyian pujian tak ayal selalu hadir dalam ibadah bersama umat TUHAN. Namun, apakah kita secara pribadi juga mengembangkan kebiasaan untuk menyanyikan pujian bagi DIA? Bagaimana kalau mulai hari ini kita berkomitmen untuk menyanyikan paling tidak satu lagu pujian setiap hari?

‪#‎renungan‬ oleh Yosep Pangaribuan

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

PERWUJUDAN IMAN

PERWUJUDAN IMAN

Renungan GKKD Jakarta – JUMAT, 03 Juli 2015
PERWUJUDAN IMAN – IBRANI 11 : 1 – 40

Kitab Ibrani pasal 11 menuliskan secara detail tentang proses perwujudan Iman, diawali dengan kebenaran bahwa “Dasar untuk setiap Harapan kita adalah Iman dan Bukti atau Wujudnya adalah Iman.” Semua dimulai oleh iman dan diakhiri juga dengan iman, artinya ketika mengharapkan sesuatu mulailah dengan iman Saudara, bukan kondisimu. Iman dapat dikalahkan oleh kondisi, begitu juga sebaliknya kondisi bisa dikalahkan oleh iman. Ketika kita berpegang pada iman maka kondisi atau keadaan yang kalah dan iman yang menang, begitu juga sebaliknya yang terjadi. Bahkan Alkitab katakan jika kita memilki iman sebesar biji sesawi saja kita dapat memindahkan gunung (melakukan hal yang mustahil).

Mengapa demikian? Karena iman bekerja berdasarkan Hukum dan Kuasa Allah. Ketika Saudara beriman kepada YESUS maka kuasa dan hukum Allah-lah yang berlaku atas setiap hal yang Saudara doakan dan harapkan, sehingga yang terjadi adalah kuasa mujizat yang mengalahkan semua kondisi yang tidak mungkin.

Allah mengajarkan perkara ini kepada Abraham, Bapa Orang Beriman. Allah memanggil Abraham untuk keluar dari semua kondisinya, dan memberikan janji yang tidak mungkin terjadi untuk kondisinya saat itu. Bahkan Allah sengaja melakukan hal yang tampaknya membuat semakin tidak mungkin janii itu terjadi/tergenapi. Satu kali Abraham gagal, karena dia berpikir janji Allah bisa diterima dengan kondisinya. Dia mengambil Hagar menjadi istrinya dan melahirkan Ismael. Abraham berusaha menggenapkan janji TUHAN dengan kekuatannya, dan dia gagal. Dan Allah yang tidak pernah ingkar janji, DIA datang menyampaikan janji itu dan akan melakukannya. Kondisi mengatakan tidak mungkin, dan Sara pun tertawa, karena “yah tidak mungkin, TUHAN”. Tetapi Allah tetaplah Allah, DIA memiliki Kuasa dan Hukum yang melampaui semua kondisi, dan semuanya terjadi sesuai janji-NYA. Dan untuk yang kedua kalinya Allah melakukan hal yang sama kepada Abraham, meminta kepadanya untuk mempersembahkan Ishak kepada Allah. Dan Abraham pun menang, karena dia sudah belajar dari suatu perwujudan iman.
Jadi Saudara, mari kita melatih iman kita setiap hari di hadapan Allah dengan hanya memandang janji Allah dan tidak melihat kondisi kita, maka kita akan melihat wujud nyata dari iman kita. Haleluya…

‪#‎renungan‬ oleh Yosep Pangaribuan

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

BARANG YANG MAHAL

BARANG YANG MAHAL

Renungan GKKD Jakarta – KAMIS, 02 Juli 2015
BARANG YANG MAHAL – YESAYA 43 : 1 – 7

Suatu barang ditentukan dari harganya, semakin tinggi nilai barang itu, semakin mahal harga barang tersebut. Bagi Allah kita adalah barang yang bernilai tinggi, Allah memperlakukan kita manusia sebagai barang yang mahal berbeda dari ciptaan lainnya. Jika Allah menciptakan semua isi dunia ini hanya dengan perkataan saja, berbeda dengan kita manusia DIA harus merencanakannya terlebih dahulu secara detail. Dan Allah melakukan hal yang sangat berbeda dari semua ciptaan TUHAN lainnya, bahkan malaikat sekalipun.

Pada waktu kita memberontak dan melanggar hukum Allah, Allah tidak pernah membuang kita, atau menebus kita dengan barang emas atau kekayaan sorgawi. Tetapi DIA menebus kita dengan Diri-NYA sendiri, Sang Pencipta (yang paling bernilai di sorga melebihi emas dan kekayaan sorgawi). Allah memperlakukan kita manusia secara begitu mulia, DIA sangat menggangap kita begitu spesial dan mahal, mengapa demikian? Karena Allah sangat mengasihi kita dan memlilki sebuah tujuan yang mulia.

Saudara, jika Allah memperlakukan kita begitu special, seharusnya kita pun berpikir demikian, bukan? Nilai hidup kita tidak ditentukan dari latar belakang pendidikan atau latar belakang keluarga kita, tidak juga dari kekayaan dan kehebatan kita, tetapi hidup kita bernilai karena ditebus oleh Darah Anak Domba yang tidak bercacat cela, yaitu YESUS KRISTUS Sang Pencipta dunia ini. Artinya jika YESUS yang menebus Saudara, berarti nilai Saudara sama dengan nilai tebusanmu. Amin.

‪#‎renungan‬ oleh Yosep Pangaribuan

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

SECOND LIFE

SECOND LIFE

Renungan GKKD Jakarta – RABU, 01 Juli 2015
SECOND LIFE – YOHANES 3 : 1 – 21

Kehidupan Kristen harus diawali oleh sebuah kebenaran bahwa kita harus dilahirkan kembali, artinya Allah memberikan kehidupan yang kedua. Secara lahiriah kita tidak mati, tetapi secara rohani kita sedang melahirkan benih (bayi) rohani yaitu kehidupan baru di dalam YESUS. Yang mati secara daging karena dosa adalah YESUS KRISTUS, dan jika kita menerima KRISTUS seharusnya kita megalami kematian secara daging (sifat / karakter lama yang duniawi), dan mengalami kehidupan baru (bayi rohani = karakter KRISTUS).

Ini yang Allah tekankan kepada Nikodemus, bahwa jika kamu tidak dilahirkan kembali maka kamu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Jadi kekristenan bukan turunan dari keluarga, atau sudah lahir sebagai orang Kristen, tetapi kekristenan adalah kehidupan kedua di dalam KRISTUS. Ketika kita menerima KRISTUS, kita diberikan kehidupan kedua sebuah proyek baru, yaitu proyeknya Allah bagi kita. Karena itu ketika kita menerima kehidupan kedua, dunia tidak mengenal kita, bahkan membenci kita, karena dunia tidak mengerti kebenaran ini dan menolak kebenaran ini.

Kita yang sudah menerima KRISTUS seharusnya tetap di dalam DIA supaya kita yang bayi secara roh bisa menjadi dewasa. Kenapa kita harus menjadi dewasa, supaya kita bisa mengerti dan mengerjakan Hukum Allah dengan benar (bayi tidak akan pernah mengerti hukum KRISTUS dengan benar). Mengapa kita tidak bisa mengerti, atau mengapa Allah tidak memberitahukan hukum atau ketetapan KRISTUS dengan detail kepada kita, karena kita belum dewasa. Jadi Saudara mari kita fokus kepada kehidupan kedua di dalam KRISTUS, dan bergairah untuk menjadi dewasa di dalam KRISTUS supaya kita mengerti dan mengerjakan Hukum dan Ketetapan Allah dengan benar.
Amin.

“Kedewasaan Rohani Tidak Ditentukan Dari Usia Tetapi Dari Buah Atau Karakter KRISTUS = Kerendahan Hati”

‪#‎renungan‬ oleh Yosep Pangaribuan

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta
or gkkdjakarta.com

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬