BERULANG-ULANG MENGAJAR ANAK

BERULANG-ULANG MENGAJAR ANAK

BERULANG-ULANG MENGAJAR ANAK – ULANGAN 6 : 7

Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Seorang ibu bertanya, “Kenapa anak saya sulit diajar? Padahal dia sudah memiliki kakak rohani di gereja.” Saya bertanya, “Seberapa sering ibu mengajarkan kepada dia hal-hal yang baik dan seberapa sering ibu mencontohkannya lewat kehidupan ibu?” Sang ibu terdiam dan tidak menjawab lagi.

Saudara, perhatikan kata-kata di atas, “Haruslah engkau mengajarkannya …” Lihat, bukan orang lain, tapi kita sebagai orang tua. Seringkali kita berpikir, “Yang penting anak saya sudah saya taruh di sekolah yang mahal, yang penting saya sudah titip ke neneknya,” dan lain sebagainya. Banyak orang lupa bahwa pahlawan atau panutan seorang anak adalah orang tuanya, bukan orang lain. Ya, suka atau tidak suka, anak-anak meniru kehidupan Anda.

Sekalipun dia dikelilingi oleh puluhan orang yang paling baik di muka Bumi ini, anak-anak Anda tetap akan meniru Anda. Jadi sumber ilmu terbaik untuk mengajarkan anak-anak Anda adalah diri Anda sendiri, bukan orang lain.

Kemudian ayat di atas dilanjutkan, ” … berulang-ulang.” Ini adalah kata yang sangat penting untuk mengajar anak Anda, yaitu tidak bisa hanya satu kali ataupun seratus kali, melainkan harus berulang-ulang. Itu sebabnya di sebagian gereja ada Ibadah Penyerahan Anak. Tujuannya adalah sebuah bentuk komitmen dari kedua orang tua untuk membesarkan anaknya dengan cara Firman TUHAN.

Cara termudah mengajar anak kita bukan dengan mulut atau nada suara yang tegas, melainkan melalui teladan yang sesuai Firman TUHAN yang kita lakukan berulang-ulang.

Lihat, perkataan selanjutnya dari ayat di atas bukan tentang anak Anda, melainkan tentang Anda. Intinya, kunci keberhasilan anak Anda tidak tergantung dari apa yang Anda lakukan untuk anak Anda saja, tetapi juga dari apa yang Anda lakukan bagi kehidupan Anda.

‪#‎renungan‬ oleh Zaldy Muryadi

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

APAKAH ANDA DIMUSUHI OLEH DUNIA?

APAKAH ANDA DIMUSUHI OLEH DUNIA?

APAKAH ANDA DIMUSUHI OLEH DUNIA? – YOHANES 15 : 19

Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Ini adalah salah satu ciri jika Anda hidup di dalam YESUS, yaitu Anda akan dibenci oleh dunia ini. Bukan dibenci karena kesalahan atau kekonyolan yang Anda lakukan, tapi dibenci karena gaya hidup Anda yang seperti KRISTUS.

Di akhir zaman ini segala sesuatu sering menjadi terbolak-balik. Di kursi politik, sering orang yang kotor yang disanjung, dan di dunia bisnis, yang tidak jujur yang dipercaya. Sebaliknya, orang-orang yang hidup dalam kebenaran terkadang justru dibenci dan dikucilkan. Jika Anda tidak pernah dijauhi oleh orang lain karena perbuatan atau sikap hidup Anda yang benar, Anda perlu intropeksi diri Anda. Apakah benar Anda hidup seperti YESUS di dunia ini? Jika Anda tidak pernah ditentang oleh mereka yang hidup dengan cara-cara yang jahat, jangan-jangan Anda sedang mengarah ke jalan yang sama dengan mereka, karena iblis tidak mungkin menyerang temannya sendiri.

Jika Anda hidup dalam kebenaran yang YESUS ajarkan, dunia ini pasti akan membenci Anda. Mereka akan menjauhi Anda, karena Anda hidup berbeda dengan apa yang dunia ini ajarkan. Dan luar biasanya, justru perbedaan itulah yang membuat orang-orang di luar sana melihat YESUS di dalam kita. Mereka akan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan hidup kita. Kenapa kita bisa hidup begitu berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah saat yang tepat bagi kita untuk menceritakan YESUS bagi mereka. Oh, Haleluya!

‪#‎renungan‬ oleh Zaldy Muryadi

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

DI DALAM DIA KITA

DI DALAM DIA KITA

DI DALAM DIA KITA – KISAH PARA RASUL 17 : 28a

Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada …

Sebelum Anda membaca renungan hari ini, mari bersama ucapkan kata-kata di atas, “Di dalam DIA saya hidup, saya bergerak, dan saya ada …” Ya, di dalam YESUS, saya hidup, Anda hidup. Kita tidak mati, sakit, atau miskin, tetapi kita HIDUP.

Saudara, YESUS memberikan pengharapan bagi Anda yang sedang bergumul. Anda tidak sendirian. Anda bukan orang yang kalah atau gagal, Anda hidup.Saya sering mengucapkan ini ketika doa berkat untuk menutup ibadah, “Hidup kita tidak seperti roda yang kadang di atas atau kadang di bawah, Firman TUHAN katakan hidup kita seperti burung rajawali yang terbang tinggi dan semakin tinggi. Anda adalah kepala, bukan ekor. Anda adalah garam dan terang dunia. Di dalam YESUS, Anda pasti berhasil. Amin.”

Jangan biarkan keputusasaan mengambil alih kehidupan Anda, jangan biarkan vonis dokter mengambil alih kesehatan Anda, dan jangan biarkan ketakutan atau kekuatiran Anda mengambil alih masa depan Anda. Percayalah di dalam KRISTUS Anda hidup. Katakan, “Saya tidak mati, di dalam KRISTUS saya hidup. Roh Allah yang tinggal di dalam saya lebih besar dari segala roh di dalam dunia ini.”

Jika bukan Anda yang mengucapkan janji TUHAN kepada diri Anda sendiri, siapa lagi? Ini yang Raja Daud katakan di tengah kesesakan, “Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar. Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; sebab kasih-Mu besar mengatasi langit, dan setia-Mu sampai ke awan-awan.”

‪#‎renungan‬ oleh Zaldy Muryadi

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

DIKELILINGI KASIH SETIA

DIKELILINGI KASIH SETIA

DIKELILINGI KASIH SETIA – MAZMUR 32 : 10

Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang yang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia.

Saat Anda memilih berada di luar jalan TUHAN, Anda akan mengalami banyak hal buruk yang tidak seharusnya Anda alami. Tetapi di dalam TUHAN, Firman TUHAN katakan hidup Anda dikelilingi oleh kasih setia-Nya. TUHAN tidak pernah merencanakan hal-hal buruk terjadi dalam hidup seseorang, justru DIA mengelilingi kita dengan kemurahan dan kebaikan.

Melalui YESUS, TUHAN sudah membuka jalan dengan sangat lebar supaya semua orang yang percaya kepada YESUS dapat menikmati kehidupan yang penuh dengan kebaikan dan kemurahan. Keputusannya kini ada di tangan Anda. Anda yang menentukan apakah Anda ingin hidup di dalam kesakitan atau di dalam kasih setia-Nya.

Anda bisa katakan, “Saya seorang Kristen”, namun belum tentu Anda seorang Kristen yang hidup di dalam kebenaran-Nya. Orang yang percaya kepada TUHAN bukan hanya hidup sesekali percaya, bukan hanya pada saat ada masalah, tapi setiap saat di dalam hidupnya mengandalkan Firman TUHAN.

‪#‎renungan‬ oleh Zaldy Muryadi

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

DIA YANG DI DALAM ANDA LEBIH BERKUASA

DIA YANG DI DALAM ANDA LEBIH BERKUASA

DIA YANG DI DALAM ANDA LEBIH BERKUASA – 1 YOHANES 4 : 4

Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.

Bagian mana dari ayat di atas yang kurang jelas bagi Anda? Bahwa TUHAN yang tinggal di dalam kita, lebih besar dari semua roh yang ada di dunia ini. Bahkan saya dapat mengatakan bahwa Dia yang ada di dalam Anda jauh lebih besar dari semua roh yang ada di dunia ini sekalipun semua roh tersebut digabungkan jadi satu.

Itu sebabnya sebagai orang percaya, Anda seharusnya tidak terkalahkan oleh apa pun. Kesulitan dan pergumulan Anda tidak lebih besar dari TUHAN yang tinggal di dalam Anda. Saudara, berhenti merengek dan mengeluh, katakan kepada diri Anda bahwa “bersama KRISTUS, saya pasti bisa.”

Semua manusia di Bumi ini pasti menghadapi masalah, tapi TUHAN lebih besar dari semua masalah Anda. Saya percaya tidak ada masalah yang dapat membuat TUHAN terkejut. Anda mungkin stres dan tertekan menghadapi masalah, tapi TUHAN tidak.

Jika Anda tidak menyemangati diri Anda sendiri, siapa lagi yang akan melakukan hal tersebut? TUHAN selalu menyemangati Anda, namun masalahnya, kita tidak setiap saat mau duduk diam mendengarkan suara-Nya. Ayo, bangkit, jangan ditunda lagi. Orang lain bisa mengatakan Anda gagal, situasi bisa seolah buntu, tapi kini Anda tahu pasti bahwa Dia yang tinggal di dalam Anda jauh lebih berkuasa dari semuanya itu.

‪#‎renungan‬ oleh Zaldy Muryadi

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

JADILAH TENANG, HAI JIWAKU

JADILAH TENANG, HAI JIWAKU

“JADILAH TENANG, HAI JIWAKU”
MAZMUR 116 : 7

Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.

Mengingat segala yang baik yang pernah TUHAN lakukan di dalam hidup kita membuat hidup kita TENANG dan TIDAK PANIK. Saya sangat yakin terlalu mudah bagi kita untuk menyebutkan hanya puluhan kebaikan TUHAN.

Setiap kali mengalami masalah, jiwa kita cenderung membuat kita merasa bahwa masalah ini besar dan sulit untuk dilewati. Iblis pun mengambil kesempatan di sini untuk membuat kita semakin takut dan kuatir. Itu sebabnya yang perlu kita lakukan adalah tenang sejenak dan jangan merespons terlalu cepat.

Pada saat tenang, kita dapat mengingat kembali segala yang baik yang pernah TUHAN lakukan. Ingat kembali janji setia-Nya bagi Anda. Misalnya jika Anda kesulitan finansial dan Anda tidak sanggup membayar uang sekolah anak atau uang sewa tempat tinggal Anda, mulai ingat bahwa ini bukan pertama kalinya Anda mengalami masalah. Kalau selama ini ratusan kali TUHAN menyelamatkan Anda, kenapa Anda berpikir TUHAN tidak akan lagi melakukan lagi hal itu saat ini?

Kalau Anda fokus terhadap masalahnya, masalah itu akan terlihat semakin besar dan semakin menakutkan. Sebaliknya, jika Anda fokuskan perhatian Anda kepada TUHAN yang besar, masalah Anda akan terlihat lebih kecil. Jangan takut, jadilah tenang di dalam Dia. Pegang dan ucapkan janji-Nya, supaya yang kita simpan di pikiran dan hati kita hanyalah perkataan-perkataan-Nya yang memberi harapan dan kekuatan. Topan badai di hadapan Anda tidak semenakutkan yang Anda pikir jika Anda menyadari bahwa Dia selalu bersama-sama dengan Anda.

‪#‎renungan‬ oleh Zaldy Muryadi

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

MEMAMERKAN BERKAT

MEMAMERKAN BERKAT

Renungan GKKD Jakarta
MEMAMERKAN BERKAT – MATIUS 6 : 1, 4, 18

That your charitable deed may be in secret; and your Father who sees in secret will Himself reward you openly.

But you, when you pray, go into your room, and when you have shut your door, pray to your Father who is in the secret place; and your Father who sees in secret will reward you openly.

So that you do not appear to men to be fasting, but to your Father who is in the secret place; and your Father who sees in secret will reward you openly.

Semua berkat TUHAN yang kita bisa lihat secara kasat mata adalah ganjaran TUHAN akibat taburan kita di tempat yang tersembunyi. Apa yang kita tabur di tempat yang tersembunyi (secret) akan TUHAN bayar secara terbuka (openly). Semua taburan kita di hadapan TUHAN tidak mungkin Dia lupakan, tidak mungkin Dia abaikan. Dia selalu ingin menjawab doa kita dan memperlihatkannya kepada seluruh mahkluk. Percayalah, kita akan menuai, dan TUHAN akan perlihatkan upah (reward) kita itu di depan banyak orang untuk menunjukkan betapa beruntungnya orang yang menyembah Dia. Juga kepada penguasa-penguasa di udara (iblis) untuk mengajarkan hikmat Allah kepada mereka (Ef.3:10).

Bahwa mengikut TUHAN adalah keputusan yang benar, dan bahwa keputusan iblis melawan TUHAN adalah keputusan yang salah. Bahwa orang-orang yang beribadah kepada TUHAN adalah orang-orang yang diberkati, adalah orang-orang yang berhasil, adalah orang-orang yang berbuah banyak.

Dia senang untuk memamerkan berkat-berkat yang Dia berikan kepada anak yang dikasihi-Nya.

Kalau saat ini kita belum melihat hasilnya, tetaplah lakukan ibadah kita dengan tekun.

Tetaplah berdoa, tetaplah berpuasa, tetaplah memberi.

Kita pasti menuai hasilnya.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter #Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church

SENJATA MEMATIKAN II  (SEMUA SUDAH DISEDIAKAN)

SENJATA MEMATIKAN II (SEMUA SUDAH DISEDIAKAN)

Renungan GKKD Jakarta
SENJATA MEMATIKAN II (SEMUA SUDAH DISEDIAKAN)
1 SAMUEL 17 : 34-37

Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu daripada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan daripada Allah yang hidup.” Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Semua yang kita alami di masa lalu atau masa sekarang, adalah tempat TUHAN melatih kita agar pada saat ini kita memiliki senjata yang mematikan untuk mengalahkan iblis dan menuai jiwa. Komsel kita, Ibadah kita, kelompok PA kita adalah juga tempat belajar kita untuk bisa memiliki senjata yang mematikan tersebut. Dia tidak bisa tahu apa yang sedang TUHAN rencanakan dan lakukan dalam hidup kita, dia tidak bisa menebak, pandangannya kabur, dia tidak mengerti karena dia begitu lemah. Tiba-tiba, bum, kita menghantam dengan keras, iblis dikalahkan dan kita merebut jiwa-jiwa itu dari si iblis. Mari Saudara, bangkitlah, engkau punya semua resources yang engkau butuhkan untuk mengalahkan iblis dan memenangkan jiwa.

Banggalah dengan gerejamu, banggalah dengan komselmu, banggalah dengan kelompok PA mu, karena itulah senjatamu. Banggalah juga dengan karunia apapun yang ada padamu, banggalah dengan kondisimu saat ini dan banggalah dengan seluruh masa lalumu, baik yang gelap maupun yang baik.

Semuanya itu sedang TUHAN pakai untuk menjadikan engkau senjata yang mematikan buat si iblis. Pakailah ibadahmu untuk menjangkau jiwa, pakailah komselmu untuk menjangkau jiwa, pakailah kelompok PA mu untuk menjangkau jiwa, pakailah tulisan-tulisanmu untuk menjangkau jiwa, pakailah keahlianmu mengajar untuk menjangkau jiwa, pakailah lukisanmu untuk menjangkau jiwa, pakailah kemampuanmu menjual untuk menjangkau jiwa, pakailah kemampuanmu mendengar untuk menjangkau jiwa, pakailah kemampuanmu bernyanyi untuk menjangkau jiwa, pakailah kemampuanmu bermain musik untuk menjangkau jiwa, dan pakailah cerita-cerita masa lalumu baik yang menyenangkan ataupun yang mungkin menyakitkan untuk menjangkau jiwa.

ROH KUDUS sudah mempersiapkan segala sesuatu di dalam diri kita untuk menjangkau jiwa untuk TUHAN. Pakai semua sumber daya (resources) yang ada, setiap kita punya sesuatu yang spesial yang Dia sudah tempatkan dan sudah Dia latih untuk kita gunakan sebagai senjata penuaian.

#renungan oleh Sudung Sirait

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta or www.gkkdjakarta.com

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter #Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church

MUSUH KITA BEGITU LEMAH

MUSUH KITA BEGITU LEMAH

Renungan GKKD Jakarta
MUSUH KITA BEGITU LEMAH
1 SAMUEL 17 : 4-7 (AMP)

Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal. Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga. Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.

And the Philistine said to David, “Am I a dog, that you should come to me with sticks?” And the Philistine cursed David by his gods. (1 Sam. 17:43 AMP)

Ahli medis mengatakan bahwa Goliath bukan tinggi besar seperti layaknya orang sehat. Goliath memiliki perawakan yang besar hingga memiliki tinggi sekitar 2,6 M adalah karena penyakit tumor yang dideritanya, penyakit tumor yang bernama Acromegaly. Penyakit tumor ini akan membuat tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang berlebihan. (Manusia tertinggi sepanjang sejarah, Robert Wadlow, memiliki penyakit yang sama, meninggal dengan tinggi sekitar 2,8 M dan masih terus bertambah tinggi).

Salah satu efek dari penyakit tumor ini adalah masalah penglihatan. Tumor tersebut akan menekan syaraf mata yang menyebabkan terbatasnya penglihatan dan pandangan ganda (double vision).

Kenapa Goliath perlu pembawa perisai berjalan di depannya seperti ayat di atas. Padahal seorang pasukan infanteri membawa perisainya sendiri dan yang perlu pembawa perisai adalah pasukan pemanah yang kedua tangannya digunakan untuk memanah.

Kenapa begitu? Karena Goliath tidak dapat melihat dengan jelas. Sehingga dia perlu orang lain untuk mengarahkan langkah dia. Kenapa Goliath melihat ada dua tongkat di tangan Daud, padahal Daud cuma membawa satu tongkat (Perhatikan kata sticks di ayat di atas, menunjukkan bahwa Goliath melihat dua tongkat di tangan Daud). Karena Goliath memiliki masalah double vision akibat penyakit tumor yang dideritanya. Kenapa Goliath tidak bereaksi ketika Daud berlari menuju dia dan menembakkan ketapelnya? Karena Goliath tidak dapat melihat dengan jelas, dia tidak mengerti apa yang sedang Daud lakukan.

Saudara, musuh kita begitu lemah, dia tidak dapat melakukan apa-apa. Dikatakan Iblis seperti singa yang mengaum-ngaum ingin menelan mangsa (1 Pet. 5:8). Sejak kapan singa mengaum mencari mangsa? Singa pasti mengendap-ngendap untuk mendapatkan mangsanya. Iblis sudah tidak memiliki senjata apapun selain auman dakwaan. Dia tidak punya senjata lain. Dia begitu lemah. Sekali kita mengerti bahwa TUHAN sudah menebus kita dari dosa-dosa kita, sekali kita mengerti bahwa TUHAN mengasihi kita, sekali kita mengerti bahwa TUHAN ingin memberkati kita apapun yang terjadi, iblis tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Dakwaannya tidak akan mengena kepada kita. Kita umat yang ditebus, kita umat yang dikasihi, kita umat yang dibenarkan, dan kita adalah umat yang lebih daripada pemenang. Musuh kita begitu lemah.

#renungan oleh Hasudungan Sirait

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta or www.gkkdjakarta.com

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter #Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church

SENJATA MEMATIKAN I (BUKAN DENGAN CARA MANUSIA)

SENJATA MEMATIKAN I (BUKAN DENGAN CARA MANUSIA)

Renungan GKKD Jakarta
SENJATA MEMATIKAN I (BUKAN DENGAN CARA MANUSIA)
1 SAMUEL 17 : 37-39

Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.

Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.

Seringkali kita fokus pada kekurangan kita saat bergerak untuk mengenapi rencana TUHAN dalam hidup kita. Mari rubah perspektif kita tentang kekurangan kita. Kekurangan kita adalah kekuatan kita yang tersembunyi. Mungkin kita pikir kita akan berhasil bila memiliki ini atau memiliki itu, seperti orang ini atau seperti orang itu, seperti pemimpin ini atau seperti pemimpin itu. Mungkin kita pikir kita harus punya semua sumber daya (resources) yang luar biasa untuk bisa menjadi orang yang berhasil di hadapan TUHAN.

Tapi tidak untuk Daud.

Daud berpikir sebaliknya. Daud tidak melihat dengan cara pandang manusia. Daud tidak seperti ahli perang kebanyakan, Daud tidak memiliki fisik yang besar dan menakutkan, Daud tidak memiliki pelatihan yang hebat di sekolah ketentaraan Filistin, Daud tidak memiliki kemampuan menggunakan pedang dan tombak, Daud tidak memiliki baju zirah yang kokoh dan sulit untuk ditembus senjata. Tidak, dia tidak memilikinya dan dia tidak membutuhkannya. Daud memiliki semua sumber daya yang dibutuhkannya, dan Daud mengetahuinya dengan sangat baik (He got all the resources he’s needed. He got it all. And He knew it, He knew it well). Dia punya senjata yang mematikan yang tidak disadari musuhnya. Dia sudah dilatih sejak kecil di tempat lain oleh TUHAN, dia melawan singa dan beruang saat menjaga dombanya. Dia belajar menggunakan senjata miliknya satu-satunya. Sejak kecil dia berlatih menyempurnakan tembakan ketapelnya. Buat orang kebanyakan, Daud mungkin dianggap lemah, tubuhnya kecil, tidak bisa menggunakan pedang, tidak menggunakan baju zirah, dan tidak punya senjata yang mematikan.

Tetapi buat TUHAN, Daud adalah anak-Nya yang luar biasa yang sudah diperlengkapi untuk menghadapi musuh sebesar Goliath. Dia punya ketapel yang merupakan senjata mematikan buat Goliath.

Seperti itu juga kita, seluruh masa lalu kita adalah tempat pelatihan yang terbaik untuk kita bisa menghadapi musuh terbesar kita. Kita tidak perlu merasa kecil, merasa kurang dibandingkan orang lain (inferior). Yang terlihat seperti kelemahan kita, TUHAN sedang pakai untuk menjadi kekuatan kita dalam menghadapi musuh. Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain, tidak perlu sama dengan orang lain, tidak perlu untuk menyamakan diri dengan orang lain.

TUHAN punya sesuatu yang spesial di dalam diri kita untuk menjadi senjata yang mematikan buat si iblis. Kita pasti bisa mengalahkannya. Kita pasti bisa menggenapi rencana TUHAN dalam hidup kita dan membawa banyak jiwa datang kepada TUHAN.

#renungan oleh Hasudungan Sirait

untuk selengkapnya go to facebook.com/gkkdjakarta or www.gkkdjakarta.com

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

#renunganharian #ayat #pasal #kitab #alkitab #gereja #verseoftheday #verse #chapter #Bible #dailydevotion #dailyinspiration #church