KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA

KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA

2 SAMUEL 23:10
Tetapi ia bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya. TUHAN memberikan pada hari itu kemenangan yang besar.

Kalau saja manusia menyadari bahwa segala yang baik, yang luar biasa, dan yang dahsyat yang kita miliki hari ini berasal dari TUHAN, maka tidak akan ada orang-orang sombong yang berpikir semua yang mereka miliki hari ini adalah hasil keringat sendiri.

Kemampuan, keahlian, kehebatan, kelebihan yang Anda dan saya miliki hari ini datang dari TUHAN supaya kita dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna bagi kita. Cerita di atas adalah tentang Eleazar, salah satu dari triwira Daud. Eleazar hari itu mengalami kemenangan besar melawan orang-orang Filistin. Ayat di atas menuliskan bahwa Eleazar berperang sampai tangannya lesu dan melekat pada pedangnya, namun luar biasanya Firman Tuhan mengatakan bahwa TUHAN-lah yang memberikan kemenangan kepada Eleazar. Oh, dashyat sekali!

Seringkali kita berpikir sumber keberhasilan dan kesuksesan kita adalah diri kita sendiri, padahal TUHAN-lah yang memberkati dan menjadikan kita berhasil.

Ada dua hal yang disampaikan melalui cerita ini. Pertama, jika kita tahu bahwa TUHAN adalah sumber kemenangan kita, apa yang perlu kita takuti? Jangan patah semangat ketika Anda mengalami kegagalan. Itu bukan akhir segalanya. Bangkit lagi! Jangan biarkan kegagalan menghentikan langkah Anda untuk berhasil. Kenapa kita menyerah jika kita tahu bahwa kita yang akan menjadi pemenangnya?

Kedua, sekalipun kita tahu bahwa TUHAN yang memberikan kita kemenangan, bukan berarti kita duduk diam dan tidak berbuat apa-apa. Firman Tuhan katakan pemalas tidak akan mendapatkan apa-apa. Justru jika kita tahu bahwa TUHAN sudah memberikan kemenangan, kita menjadi semakin giat dan rajin melakukan segala sesuatu. Kita akan bersemangat dan bersukacita setiap kali menghadapi masalah, karena kita tahu kita pasti menang dan berhasil di dalam TUHAN.

‪#‎renungan‬ oleh Zaldy Muryadi https://www.hagahtoday.com

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

CIRI MURID KRISTUS : BERBUAH LEBAT

CIRI MURID KRISTUS : BERBUAH LEBAT

YOHANES 15 : 8, KOLOSE 2 : 6–7

Tidak ada satu orangpun didalam dunia ini yang tidak ingin berbuah. Pembuahan adalah hal yang harus terjadi, bahkan Tuhan YESUS sendiri mengatakan bahwa murid-Nya identik dengan berbuah lebat. Berbuah bukanlah sebuah pilihan tetapi keharusan. BAPA menghendaki buah dari setiap anak-anak-Nya. Berbuah dari karakter kehidupannya dan berbuah dari menyelamatkan banyak jiwa bagi TUHAN.

Kita harus memiliki kebenaran seturut firman TUHAN, kebenaran yang mengubahkan pola pikir kita. Di dalam sebuah perumpaan talenta ada hal yang sangat jelas mengapa mereka tidak berbuah, yaitu pertama karena meraka malas, dan kedua karena meraka tidak mengerti bahwa apa yang Allah percayakan pada mereka harus berbuah berlipat kali ganda. Kebenaran tersebut adalah dasar yang sangat kuat untuk meyakinkan kepada kita apa yang Allah berikan harus berlipat kali ganda, 2 menjadi 4 dan 5 menjadi 10.

Ini adalah hal yang normal dalam kehidupan Kristen, hal ini yang seharusnya terjadi dalam gereja TUHAN, dalam Kelompok Murid, dalam Kelompok Tumbuh maupun dalam ibadah Raya kita. Bahkan mungkin dalam karakter kita, keuangan kita, dan segala hal yang Allah percayakan kepada kita harus berbuah.Jika tidak berbuah berarti akan dipotong, jika berbuah lebat akan dibersihkan dan semakin dibersihkan supaya lebih banyak berbuah.

Saya ingin mengajak setiap Saudara untuk merenungkan hal ini supaya apapun yang Allah percayakan kepada kita semuanya bertumbuh dan berbuah lebat. Amin.

‪#‎renungan‬ oleh Yoseph Pangaribuan

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

TINGGAL DIDALAMNYA

TINGGAL DIDALAMNYA

YOHANES 15 : 1–8, MAZMUR 1

Salah satu ciri kehidupan kekristenan yang sejati adalah tinggal di dalam Kristus, sama seperti ranting pohon yang melekat pada pokok batang pohon tidak dapat dipisahkan. Dan apabila ranting tersebut terpisah dari pokok batang pohon maka mereka menjadi layu dan kering, setelah itu mati.

Kekristen yang sejati mengerti tentang arti tinggal didalam-Nya. Kehidupan seorang Kristen yang sejati tidak dapat dipisahkan dari keintiman dengan Allah (tinggal didalam-Nya), semakin kita intim semakin kita bertumbuh, semakin kita tinggal didalam-Nya semakin kita banyak berbuah.

Banyak orang Kristen ingin bertumbuh dan berbuah tetapi tidak mau tinggal di dalam-Nya. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di Mall atau di tempat tongkrongan mereka, menghabiskan waktu berjam–jam di depan komputer, dan masih banyak lagi hal lain yang bertolak belakang dengan kehidupan yang tinggal di dalam Kristus. Ketika seseorang tidak tinggal di dalam-Nya, mau selama apapun dia mengikut TUHAN dia tidak akan bertumbuh apalagi berbuah. Dia akan menjadi seorang Kristen yang selalu sama setiap tahun, seorang bayi kristiani dari tahun ke tahun sampai maut menjemput.

Tidak ada cara lain yang dapat membuat kita bertumbuh subur dan berbuah lebat selain tinggal di dalam-Nya. Tinggal di dalam-Nya berarti kita menghabiskan banyak waktu untuk bersekutu dengan Dia, tinggal di dalam-Nya berarti kita menghabiskan banyak waktu untuk merenungkan Firman-Nya dan tinggal di dalam-Nya berarti kita mengandalkan kekuatan TUHAN sepenuhnya.

Jika kita tetap tinggal di dalam-Nya maka hidup kita akan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang mengahasilkan buahnya pada musimnya dan yang tidak layu daunnya, bahkan pada masa tuanya pun menjadi gemuk dan segar.

Haleluya.

‪#‎renungan‬ oleh Yoseph Pangaribuan

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

TERANGMU

TERANGMU

KEJADIAN 1:3-4
Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. (Kejadian 1:3-4)

Penciptaan pertama yang Tuhan lakukan adalah menciptakan Terang. Dia selalu mengawali semuanya dengan Terang. Terang harus ada sehingga kehidupan bisa berjalan, tidak ada satupun manusia pun yang bisa hidup di kegelapan.

Dikatakan juga bahwa terang tidak dapat bersatu dengan gelap (2 Kor 6:14). Itu artinya bukan terang tidak bisa ada bila gelap ada, bukan artinya Tuhan tidak mau dekat-dekat dengan dosa sehingga Dia harus menyingkir, bukan artinya kebaikan mengalah terhadap kejahatan, bukan artinya berkat menjauh bila ada kutuk. Tetapi artinya adalah ketika terang itu ada kegelapan menyingkir, ketika kebaikan itu dilakukan kejahatan menjauh, ketika berkat dicurahkan kutuk tidak punya kemampuan, ketika Tuhan hadir dosa tidak dapat tinggal. “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” (Yoh 1:5)

Mat 5:16 mengatakan bahwa kamulah terang dunia. Saudara adalah terang, Saudara yang membuat orang lain yang berada dalam kegelapan bisa melangkah dalam kehidupannya, Saudaralah referensi dia. Saudaralah terang itu, saat Saudara ada orang bisa melihat jalan keluar, saat Saudara ada orang bisa bergerak dengan luar biasa. Dan saat Saudara ada, kemiskinan pergi, kebodohan pergi, dosa tidak bisa tinggal, kutuk dihancurkan.

Biarlah terangmu bercahaya. Banyak orang membutuhkan terang itu, banyak daerah membutuhkan terang itu. Saat Saudara ada, ada sinar harapan dalam setiap kehidupan mereka.

‪#‎renungan‬ oleh Hasudungan S

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

BERKAT ALLAH TAK DAPAT DIBATALKAN

BERKAT ALLAH TAK DAPAT DIBATALKAN

MIKHA 6 : 5
Umat-Ku, baiklah ingat apa yang dirancangkan oleh Balak, raja Moab, dan apa yang dijawab kepadanya oleh Bileam bin Beor dan apa yang telah terjadi dari Sitim sampai ke Gilgal,supaya engkau mengakui perbuatan-perbuatan keadilan dari TUHAN.” (Mikha 6:5)

Balak Raja Moab sangat ketakutan terhadap bangsa Israel karena mendengar apa yang Israel lakukan terhadap orang Amori. Dia ingin bangsa Israel menjadi terkutuk dengan cara meminta Bileam mengutuk bangsa ini. Dia menjanjikan uang yang sangat banyak agar Bileam mau mengutuk bangsa ini. Tetapi setiap Bileam diminta memperkatakan kutuk, Dia selalu memperkatakan berkat yang daripada Tuhan.

Tuhan tidak membiarkan Bileam mengutuk bangsa Israel. Israel adalah umat kesayangan-nya. Dia sudah berjanji bahwa Israel akan diberkati, tidak mungkin Dia batalkan berkat-berkat itu.

Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan, kita sudah menjadi umat kesayangan-Nya, semua kutuk sudah Dia tanggung, dan menggantikannya menjadi berkat. Dia berjanji untuk memberkati kita. Galatia 3 ayat 13-14 katakan Yesus Kristus telah menebus kita dari kutuk dengan jalan menjadi kutuk agar berkat Abraham sampai kepada kita.

Berkat Tuhan tidak dapat dibatalkan oleh apapun juga. Perkataan manusia yang mengutuk kita pun tidak dapat membatalkannya. Percayalah bahwa kita yang ada di dalam Kristus tidak akan pernah terkutuk lagi, sebaliknya berkat-berkat dari sorga sudah dikaruniakan bagi kita (Efesus 1:3) sehingga kita tidak akan takut dan ragu dengan langkah-langkah kita.

Apapun yang kita kerjakan di pekerjaan kita, bisnis kita, pelayanan kita, meskipun sepertinya langkah kita mengandung resiko, kita tidak perlu takut dan ragu, berkat Tuhan menyertai setiap langkah-langkah kita. Kita pasti berhasil, kita pasti diberkati, kita pasti melewati semuanya dengan kegemilangan.

‪#‎renungan‬ oleh Hasudungan S

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

YANG BESERTA KITA LEBIH HEBAT, JANGAN TAKUT

YANG BESERTA KITA LEBIH HEBAT, JANGAN TAKUT

BILANGAN 14 : 49 , 1 SAMUEL 17 : 46-47
Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” (Bil 14:49).

Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” (1 Sam 17:46-47)

Kata “Tuhan menyertai kita” sungguh sangat menenangkan. Saat-saat sulit hanya bisa kita atasi bila kita menyadari sepenuhnya bahwa Allah beserta kita. Masalah yang kita hadapi boleh terlihat sangat besar, boleh terlihat sangat rumit, bisa terlihat tidak dapat diselesaikan. Tetapi bila Allah beserta kita, tidak ada yang tidak dapat diselesaikan, tidak ada masalah yang terlalu rumit.

Bila Allah beserta kita maka Negeri diduduki, Goliath dikalahkan, mulut singa dikatup, laut dibelah, sungai dihentikan, mimpi disingkapkan, kematian tak berdaya.

Bila Allah beserta kita, tidak perduli sebesar apapun tantangan yang kita hadapi, kita tahu kita akan keluar sebagai pemenang.

Ketika kita fokus kepada masalah maka kita dianggap memberontak kepada Tuhan, kita tidak percaya bahwa Tuhan yang kita sembah lebih besar daripada masalah-masalah yang kita hadapi. Padahal Dia terlalu besar dan terlalu berkuasa dibandingkan semua masalah kita. Bila kita tidak ingin dianggap memberontak kepada Tuhan, percayalah bahwa Tuhan menyertai kita dan tidak ada satu kondisipun yang bisa menyakiti kita. Apapun senjata iblis yang dia maksudkan untuk melukai kita tidak akan berhasil.

Yang menyertai kita lebih hebat. Jangan takut tapi Percayalah.

‪#‎renungan‬ oleh Hasudungan S

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

KELEMAHAN AKAN MENGHASILKAN KEKUATAN DI TEMPAT LAIN

KELEMAHAN AKAN MENGHASILKAN KEKUATAN DI TEMPAT LAIN

1 SAMUEL 17 : 15
Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

David Boeis adalah seorang yang memiliki masalah dyslexia, sejenis penyakit yang membuat seseorang tidak bisa membaca dengan jelas. Buat mereka kata “harapan” terbaca seperti “haprana”. Huruf terbalik-balik, mereka juga tidak bisa menyebutkan warna apa yang ada di hadapan mereka bila mereka dihadapkan pada deretan warna.

Dengan nilai yang buruk di sekolah dia tidak bermimpi besar, dia langsung bekerja di perusahaan konstruksi dan menjadi seorang clerik akuntan di bank. Tetapi karena kebutuhan hidup akibat memiliki anak, maka istrinya mulai mendorong dia untuk kuliah. Dan karena sejak kecil dia selalu memiliki keinginan di bidang hukum, maka dia melamar sekolah hukum.

Dia bekerja keras. Mengerti bahwa dia tidak bisa membaca dengan baik, dia selalu mendengarkan dosennya dengan seksama. Kemampuan mendengar dan mengingat adalah kekuatannya sejak kecil karena dia tidak bisa membaca. Karena ketidakmampuannya membaca, maka ibunya selalu membacakan cerita dan buku-buku dimana dia akhirnya mengembangkan kemampuannya mendengar dan mengingat.

Saat ini dia menjadi salah seorang pengacara persidangan terhebat di dunia. Dia tidak memilih menjadi corporate law, karena corporate law membutuhkan kemampuan membaca yang tinggi. Sebaliknya dia memilih litigasi. Karena litigasi lebih membutuhkan kemampuan berpikir daripada detail, kemampuan menghadirkan argumen atas kasus dengan lebih mudah dimengerti, dan itu membutuhkan daya ingat yang kuat dan mendengarkan argumen lawan.

Kelemahan di satu sisi, mendatangkan kekuatan di sisi lain.

Richard Branson adalah seorang dyslexia, dan saat ini dia memiliki perusahaan “Virgin” Group yang sangat terkenal di dunia. Masih banyak kasus lain seperti Brian Grazer, sutradara pemenang Oscar yang juga dislexya, dan Ingvar Kamprad pemilik IKEA.

Daud mungkin bukan tentara seperti kakak-kakaknya. Tetapi dia mengembangkan keahlian dalam menggembalakan domba. Menghancurkan setiap ancaman terhadap dombanya. Karena itu dia melihat Goliath dengan cara yang berbeda. Teori ketentaraan mengatakan bahwa Goliath mustahil dikalahkan, sedangkan teori gembala mengatakan musuh sebesar apapun dapat dikalahkan. Seluruh tentara Israel ketakutan, seorang gembala melawan dengan berani.

Bersyukurlah untuk kelemahan kita, karena di dalam kelemahan kita, Tuhan sedang membentuk kekuatan yang luar biasa. Di dalam kelemahan kita kuasa Tuhan menjadi sempurna.

‪#‎renungan‬ oleh Hasudungan S

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

KESULITAN MEMBUAT OTAK KITA BEKERJA LEBIH BAIK

KESULITAN MEMBUAT OTAK KITA BEKERJA LEBIH BAIK

1 SAMUEL 17 : 34-36
Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

Bila manusia menemukan tantangan maka manusia akan menyelesaikan masalah itu dengan cara yang lebih baik. Otak manusia akan bekerja lebih baik saat tantangan dibentangkan dihadapannya dibandingkan bila semua kondisi baik-baik saja.

Mari melihat dengan cara pandang yang benar. Kesulitan akan membuat manusia berpikir lebih baik, melakukan segala sesuatu dengan lebih teliti dan menghasilkan karya yang lebih baik. Bersyukurlah bila kesulitan menghadang, sikapilah dengan benar, kesulitan akan membuat kita menghasilkan karya yang lebih baik.

Daud dibentuk dari kesulitan demi kesulitan. Dia harus hadapi singa dalam menjaga kawanan dombanya, lepas dari singa dia harus hadapi beruang. Singa dan beruang bukanlah lawan yang sebanding dengan manusia, apalagi seorang anak remaja seperti Daud. Sulit untuk mengalahkan mereka. Singa bisa seberat 200 kg dan beruang bisa mencapai berat 350 kg, sedangkan berat Daud mungkin hanya sekitar 50 kg. Tetapi Daud menghajar mereka, membuka mulut mereka untuk melepaskan domba yang dia jaga. Luar biasa. Dari kesulitan demi kesulitan yang dia hadapi itu, dia tahu bahwa Tuhan menyertai dia dan dia tidak perlu takut akan Goliath. Dia tahu dia bisa mengalahkannya. Kesulitan akan membuat kita menghasilkan karya yang lebih dahsyat.

‪#‎renungan‬ oleh Hasudungan S

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

BAPA SUDAH MENYEDIAKAN

BAPA SUDAH MENYEDIAKAN

BAPA SUDAH MENYEDIAKAN – LUKAS 12 : 24

Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, Allah sudah menyiapkan taman untuk mereka kelola. Allah tidak menciptakan mereka untuk membuat mereka jobless atau pengangguran. Allah sudah menyiapkan pekerjaan bagi mereka. Tetapi Allah tidak langsung menyuruh manusia itu bekerja melainkan beristirahat pada hari ketujuh bersama Allah. Artinya Allah ingin persekutuan atau fellowship antara Dia dan manusia menjadi hal yang utama dan sakral.

Ada banyak orang terjebak dalam kekuatiran hidup sehingga mereka mengorbankan persekutuan mereka dengan Tuhan demi cari makan. Siang malam, Senin sampai Minggu mereka bekerja keras karena kekuatiran. Allah tidak ingin kita menganggur, Dia ingin kita bekerja, tetapi Allah juga ingin supaya kita percaya bahwa Dia ingin menuntun kita ke padang rumput yang hijau dan ke air yang tenang.

Mengapa orang kehilangan imannya dalam dunia kerja? Karena mereka tidak percaya bahwa Tuhan sanggup menuntun mereka ke tempat-tempat yang permai yang sudah Tuhan telah siapkan bagi mereka. Karena itu bangunlah hubungan yang intim dengan Bapa kita di sorga. Dia sudah menyiapkan segala sesuatu yang terbaik buat kita. Dia akan menuntun kita seperti seorang Gembala. Amin.

‪#‎renungan‬ oleh Davidy S.

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬

PEMBERIAN YANG DIPIMPIN ROH KUDUS

PEMBERIAN YANG DIPIMPIN ROH KUDUS

PEMBERIAN YANG DIPIMPIN ROH KUDUS – ULANGAN 12 : 26 , LUKAS 6 : 38

Ada satu hal pelajaran penting dalam memberikan persembahan yaitu dituntun Tuhan dalam memberi. Seringkali kita terjebak dalam kerutinan dalam memberikan persembahan atau memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita. Kita secara rutin membuat anggaran persembahan atau pemberian. Dan kita sudah membuat pos-pos pemberian yang tetap. Tetapi Tuhan kita adalah Tuhan yang bergerak dan dinamis.

Karena itu sangat penting dipimpin Roh Tuhan saat kita memberikan persembahan atau bantuan. Bisa jadi saat ini ada Saudara kita yang sangat membutuhkan pertolongan kita.

Jangan menutup hati kita dengan kerutinan persembahan kita, karena bisa jadi Tuhan sedang menuntun kita menolong Saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan. Ikuti pimpinan Roh Kudus, maka secara ajaib Tuhan akan mengembalikan kepada kita apa yang sudah kita tabur itu dengan cara yang ajaib bahkan berlipat kali ganda.

Ada dua hal yang perlu pimpinan Roh Kudus dalam memberi yaitu: 1.) Kepada siapa kita memberi, 2.) Berapa besar yang harus kita berikan. Bukanlah soal besar kecilnya pemberian kita yang penting bagi Tuhan, tetapi soal apakah itu besaran yang Tuhan ingin kita berikan.

Ketika saya sadari kebenaran ini, saya mencoba mempraktekkan. Baru-baru ini ada dua peristiwa di mana Tuhan mengembalikan apa yang saya berikan dengan jumlah yang persis sama tapi itu kembali dengan cara yang ajaib. Dan ada dua peristiwa pula dimana Tuhan mengembalikan dengan jumlah berlipat-lipat, itupun dengan cara yang ajaib.

Akhirnya saya menyadari bahwa Tuhan sedang mengajar bahwa Dia sanggup melakukan hal-hal yang ajaib dalam finansial, kita asalkan kita dipimpin atau dituntun Roh Kudus dalam memberi. Pertama, kepada siapa kita memberi, yang kedua berapa besar yang kita harus berikan. Tuhan akan melakukan hal-hal ajaib bagi kita yang mau belajar untuk murah hati dan dipimpin Roh-Nya.

‪#‎renungan‬ oleh Davidy S.

klik SHARE atau BAGIKAN bila renungan ini memberkati saudara/i.

instagram.com/gkkdjakarta
bit.ly/youtubegkkd
gkkdjakarta.com

‪#‎renunganharian‬ ‪#‎ayat‬ ‪#‎pasal‬ ‪#‎kitab‬ ‪#‎alkitab‬ ‪#‎gereja‬ ‪#‎verseoftheday‬ ‪#‎verse‬ ‪#‎chapter‬ ‪#‎Bible‬ ‪#‎dailydevotion‬ ‪#‎dailyinspiration‬ ‪#‎church‬