MUSIM MENUAI

MUSIM MENUAI

MUSIM MENUAI

Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata
kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning
dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia
mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama
bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang
lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-
orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."

YOHANES 4 : 35-38
Pdt. YOPY HALOMOAN, SP., M.Si

Setelah berbicara dengan perempuan Samaria di dekat sumur dan terjadi pertobatan,
Tuhan Yesus mengatakan firman Tuhan ini kepada murid-murid-Nya: “Lihatlah sekelilingmu
dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”. Ini pesan
yang penting yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya bahwa musim
menuai bukan berbicara tentang sebuah masa atau waktu, juga bukan berbicara tentang
sebuah proses bahwa harus menanam dulu baru menuai dan lain sebagainya. Tetapi musim
menuai berbicara mengenai apa yang sedang terjadi di sekeliling kita. Ketika ada orang yang
kita kenal ataupun baru kita kenal berbicara, menyampaikan keluh kesahnya atau
problemnya, ini waktunya menuai karena tidak ada yang kebetulan di dalam Tuhan.
Ketika ada keluarga atau saudaramu yang sakit dan dia belum di dalam Tuhan, inilah
kesempatan Saudara untuk mengunjunginya dan mendoakannya. Atau ketika kakak atau adik
Saudara bangkrut usahanya atau di-PHK dari pekerjaannya, inilah kesempatan untuk
membagikan kasih Yesus kepada mereka. Atau pada saat ada masalah hubungan orang tua
atau antara kakak dan adik Saudara, inilah waktunya untuk berdoa, menyampaikan firman
Tuhan dan menuai. Menuai adalah waktu yang Tuhan (kairos) berikan bagi kita, dan
pertobatan itu adalah karena Roh Kudus. Jadi tugas kita hanyalah membuat VIP List,
mendoakan, dan tetap terhubung dengan mereka, selanjutnya tinggal peka dengan Roh Kudus
dan siap sedia ketika mereka meminta penjelasan tentang Tuhan Yesus. Maka setiap kita
akan membawa banyak orang kepada Tuhan Yesus.
Musim menuai bukan berbicara siapa yang menabur, menanam dan menuai karena
bagian kita hanya melakukan apa yang Tuhan tetapkan bagi kita. Kita bisa menuai di tempat
dimana kita tidak menabur dan menanam, atau sebaliknya kita juga bisa tidak pernah menuai
apa yang kita tabur dan tanam. Tetapi janji Tuhan baik penabur dan penuai akan bersukacita
bersama-sama ketika terjadi pertobatan, inilah yang Tuhan kehendaki. Oleh karena itu
marilah kita dengan tidak jemu–jemu melakukan bagian kita, membawa banyak orang kepada
Tuhan baik melalui doa, kunjungan, dan pemberitaan Injil. Ada sukacita besar ketika kita
melakukannya sehingga benar yang firman Tuhan katakan bahwa hidup adalah bekerja dan
menghasilkan buah (Filipi 1:22).

Selamat memasuki musim menuai, kerjakan dengan antusias dan setia dan Kemuliaan
Tuhan akan dinyatakan dalam hidup Saudara. Tuhan Yesus memberkati.